ANALISIS PERMUKAAN DANGKAL BERDASARKAN METODE TRANSIENT SOIL THERMAL DI KAWASAN UNIVERSITAS SAMUDRA
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permukaan dangkal berdasarkan metode Transient di Kawasan Laboratorium Dasar Universitas Samudra. Dengan fokus pada penentuan nilai konduktivitas termal tanah dan interpretasi distribusi spasialnya dalam konteks tinjauan geofisika. Dengan menggunakan alat MAE Ground Soil Thermal TCR24 ASTM D5334-14 dan GPS, untuk mengukur respons suhu terhadap waktu sebagai dasar perhitungan nilai konduktivitas termal. Sebanyak 16 titik pengukuran dibagi menjadi 2 lintasan, masing-masing dengan kedalaman 40 cm. Pengolahan data menggunakan Google Colab untuk memvisualisasikan kurva suhu terhadap waktu dan menghitung nilai konduktivitas termal dan interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Transient efektif dalam penentuan nilai konduktivitas termal berdasarkan respon suhu terhadap waktu, di mana kurva suhu meningkat secara bertahap dan konsisten, serta nilai koefisien determasi R2 tinggi umumnya 0.999. Nilai konduktivitas termal tanah variatif antar titik berkisar 0.75 hingga 3.7 W/mK, menunjukkan perbedaan karekteristik tanah pada lapisan dangkal tanah, dan di pengaruhi oleh kondisi fisik tanah seperti tekstur, kepadatan, kandungan air, dan komposisi mineral yaitu sandstone, limestone, mica, granite, clay, dan air.
Referensi
[2] B. Y. T. W. Goodwin, “The Nature and Distribution,” no. May, hal. 467–473, 2016.
[3] F. MIkhsan, Farid, L. Handayani, P. Studi Fisika, P. K. Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi Jl Jambi-Ma Bulian, dan M. Darat Jambi, “Penentuan Struktur Tanah Sebagai Dasar Uji,” vol. 15, no. 02, hal. 139–145, 2018, [Daring]. Tersedia pada: http://ejournal.unri.ac.id./index.php/JKFI
[4] G. Santoso, S. Hani, dan R. Prasetiyo, “Sistem Monitoring Kualitas Tanah Tanaman Padi dengan Parameter Suhu dan Kelembaban Tanah Berbasis Internet of Things (IoT),” Pros. Semin. Nas. Teknoka, vol. 5, no. 2502, hal. 146–155, 2020, doi: 10.22236/teknoka.v5i.297.
[5] D. V. Sari, A. Surtono, dan Warsito, “Sistem Pengukuran Suhu Tanah Menggunakan Sensor DS18B20 dan Perhitungan Resistivitas Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner,” J. Teor. dan Apl. Fis., vol. 04, no. 01, hal. 83–90, 2016.
[6] Lutfiyana, N. Hudallah, dan A. Suryanto, “Rancang Bangun Alat Ukur Suhu Tanah , Kelembaban Tanah, dan Resistansi,” Tek. Elektro, vol. 9, no. 2, hal. 80–86, 2017.
[7] U. A. R. Delsiyanti, DanangWidjajanto, “Sifat Fisik Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan,” e-J. Agrotekbis, vol. 4, no. 3, hal. 227–234, 2016, [Daring]. Tersedia pada: http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/agrotekbis/index
[8] J. F. Manullang, S. E. Pakasi, J. M. Supit, dan J. V. Porong, “Analisis Sifat Fisik dan Kimia Tanah pada Lahan Sawah di Kecamatan Kotamobagu Utara,” In Cocos, vol. 2, no. 3, hal. 1–9, 2020.
[9] R. Endovani dan A. Putra, “Analisis Konduktivitas Termal dan Porositas Sinter Silika Sumber,” J. Fis. Unand, vol. 5, no. 1, hal. 65–72, 2016.
[10] S. Rasimeng, “Characterization Of Soil Thermal Properties For Design Of Underground Cable Routes At The Wind Farm Power Plant Area, Panyipatan And Pelaihari Sub-District, South Kalimantan,” vol. 4, no. 1, 2020.
[11] N. Zhang dan Z. Wang, “Review of soil thermal conductivity and predictive models,” Int. J. Therm. Sci., vol. 117, hal. 172–183, 2017, doi: 10.1016/j.ijthermalsci.2017.03.013.
[12] V. Saltas, D. Pentari, dan F. Vallianatos, “Complex electrical conductivity of biotite and muscovite micas at elevated temperatures: A comparative study,” Materials (Basel)., vol. 13, no. 16, 2020, doi: 10.3390/MA13163513.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##