Analisis Termal Pada Ruang Sekitar Boiler PT. XYZ
Abstrak
enelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi termal di ruang produksi boiler PT. XYZ yang berpotensi mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan pekerja. Suhu lingkungan kerja yang tinggi dapat menyebabkan ketidaknyamanan, menurunkan produktivitas, dan risiko pada kesehatan pekerja. Penelitian ini menggunakan metode pengukuran suhu lingkungan kerja berdasarkan SNI-16-7061-2004 pada tiga titik area kerja, yaitu mainhole boiler, conveyor belting atas, dan conveyor screw silo. Data pengukuran meliputi suhu udara, suhu radiasi, kelembaban relatif, dan kecepatan udara. Analisis dilakukan dengan menghitung nilai Heat Stress Index (HSI), Predicted Mean Vote (PMV), dan Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Heat Stress Index (HSI) sebesar 128%, 153%, 139%, 124%, 140%, 131%, 112%, 124%, 115%. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai HSI > 100 dimana batasan waktu untuk paparan panas dapat meningkatkan suhu tubuh pada bagian dalam. Sehingga para pekerja merasa kegerahan dengan kondisi lingkungan kerja yang panas dan dapat meningkatkan stres akibat suhu yang tinggi. Adapun nilai PMV mencapai 3,2, yang menunjukkan kondisi lingkungan kerja yang sangat panas, sedangkan nilai PPD sebesar 49% menunjukkan hampir setengah dari pekerja merasa tidak puas dengan kondisi termal di area kerja. Faktor penyebab utama kondisi termal yang tidak nyaman ini adalah kurangnya sirkulasi udara, penggunaan atap seng yang menyerap panas, dan warna dinding abu-abu yang secara psikologis memberikan kesan panas. Berdasarkan temuan ini, disarankan adanya perbaikan sirkulasi udara dengan memasang ventilasi atau sistem pendingin udara, pemilihan material atap yang lebih reflektif terhadap panas, serta penerapan warna dinding yang lebih netral untuk meningkatkan kenyamanan termal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami pengaruh lingkungan termal terhadap kenyamanan dan kesehatan pekerja, serta menjadi referensi bagi perusahaan dalam meningkatkan kondisi lingkungan kerja yang lebih ergonomis.
Referensi
(2). Chandra MR. Analisis Ergonomi Lingkungan Kerja Fisik Berdasarkan Temperatur , Pencahayaan Dan Tingkat Kebisingan Mesin Studi Kasus PTPN VIII Dayeuhmanggung. Pros Mhs Semin Nas Unimus [Internet].2019;2:58595.Availablefrom:https://prosiding.unimus.ac.id/index.php/mahasiswa/article/viewFile/515/518
(3). Hadi Y, Azaria T, . P, Putrianto NK, Oktiarso T, Ekawati Y, et al. Analisis Kenyamanan Termal Ruang Kuliah. J METRIS. 2020;21(01):13–26.
(4). bahan ajar. Buku Ajar Ergonomi Dan Perancangan Sistem Kerja. 2020. 1–109 p.
(5). Sumaryata MA, Afriesta CLB, Koerniawan MD. Kenyamanan Termal Pada Koridor Kampus Institut Teknologi Bandung Dengan Analisis Rayman. J Lingkung Binaan Indones. 2019;8(3):118–25.
(6). Gas T, Di LPG, Pt S. Journal of Systems Engineering and Management Pengaruh Suhu Lingkungan Terhadap Beban Kerja Fisik dan Mental Pada Pekerja Operator. 2024;03(02):103–13.
(7). Anisa Septiana Putri, Imbardi WM. Analisis Kenyamanan Termal Perancangan Ruang Kelas Berbasis Bukaan Jendela Pada Sekolah Islam Terpadu di Rupat Utara. J Arsit Arsit Melayu dan Lingkung [Internet]. 2023;10(1):1325.Availablefrom:http://journal.unilak.ac.id/index.php/arsitektur/article/view/12250%0Ahttp://journal.unilak.ac.id/index.php/arsitektur/article/download/12250/4518
















