Analisis Pengendalian Kualitas Produk Cacat Batu Bata Dengan Metode Six Sigma Dmaic
Abstrak
Tingginya tingkat kecacatan pada industri batu bata tradisional menjadi tantangan utama dalam menjaga mutu produk dan efisiensi produksi. UD Raseuki Aneuk di Kabupaten Aceh Utara mencatat rata-rata cacat sebesar 8,07% dari total produksi, terdiri atas 4,95% patah, 1,76% retak, dan 0,96% gosong, yang berdampak pada kerugian material dan menurunnya daya saing. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab utama kecacatan serta merancang langkah perbaikan proses menggunakan metode Six Sigma melalui pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan analisis data produksi. Hasil tahap Measure menunjukkan nilai DPMO sebesar 80.000 dengan level sigma 2,87. Tahap Analyze mengidentifikasi faktor penyebab yang dominan berasal dari aspek manusia, metode, material, dan mesin. Pada tahap Improve, dirumuskan tindakan perbaikan berupa penyusunan SOP pembakaran, pelatihan tenaga kerja, dan pengawasan mutu bahan baku. Tahap Control dilakukan untuk memastikan konsistensi hasil perbaikan melalui pemantauan proses produksi secara berkala. Penerapan Six Sigma melalui DMAIC terbukti berpotensi meningkatkan pengendalian kualitas, mengurangi kerugian, dan memperkuat daya saing industri batu bata skala kecil.
Referensi
[2] R. Saputri, P. Vitasari, and E. Adriantantri, “Identifikasi Timbulnya Produk Cacat Dengan Metode CTQ dan DPMO Pada Home Industry Keripik Tempe Sari Rasa,” J. Valtech, vol. 5, no. 1, pp. 94–100, 2022.
[3] H. C. Wahyuni and W. Sulistyowati, Buku Ajar Pengendalian Kualitas Industri Manufaktur Dan Jasa. 2020.
[4] D. Amanah, “Pengaruh Harga Dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Majestyk Bakery & Cake Shop Cabang H.M. Yamin Medan,” J. Keuang. Bisnis Dita Amanah, vol. 2, no. 1, pp. 8–17, 2010.
[5] D. T. Khusuma and H. Utomo, “Pengaruh Dimensi Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Venice Pure Aesthetic Clinic Salatiga,” Among Makarti, vol. 13, no. 2, pp. 78–88, 2021, doi: 10.52353/ama.v13i2.199.
[6] M. S. Hidayatullah Elmas, “Pengendalian Kualitas Dengan Menggunakan Metode Statistical Quality Control (Sqc) Untuk Meminimumkan Produk Gagal Pada Toko Roti Barokah Bakery,” Wiga J. Penelit. Ilmu Ekon., vol. 7, no. 1, pp. 15–22, 2017, doi: 10.30741/wiga.v7i1.330.
[7] D. G. Tambunan, B. Sumartono, and D. H. Moektiwibowo, “Analisis Pengendalian Kualitas Dengan Metode Six Sigma Dalam Upaya Mengurangi Kecacatan Pada Proses Produksi Koper Di PT SRG,” J. Tek. Ind., vol. 9, no. 1, pp. 58–77, 2020.
[8] F. A. Lestari and N. Purwatmini, “Pengendalian Kualitas Produk Tekstil Menggunakan Metoda DMAIC,” J. Ecodemica J. Ekon. Manajemen, dan Bisnis, vol. 5, no. 1, pp. 79–85, 2021, doi: 10.31294/jeco.v5i1.9233.
[9] E. Prihastono and H. Amirudin, “Pengendalian Kualitas Sewing Di Pt. Bina Busana Internusa Iii Semarang,” Din. Tek., vol. X, no. 1, pp. 1–15, 2017.
[10] H. Mardesci, “Vol. 7, No. 2, Tahun 2018,” J. Teknol. Pertan., vol. 7, no. 2, pp. 45–50, 2018.
[11] D. Zuhroh, “Perlakuan Akuntansi Produk Cacat Dan Produk Rusak Pada Pt ‘Epi’ Di Surabaya,” J. Tek. Ind., vol. 24, no. 1, pp. 18–29, 2021.
[12] S. Bastuti, D. Kurnia, and A. Sumantri, “Analisis Pengendalian Kualitas Proses Hot Press Pada Produk Cacat Outsole Menggunakan Metode Statistical Processing Control (Spc) Dan Failure Mode Effect and Analysis (Fmea) Di Pt. Kmk Global Sports 2,” Teknol. J. Ilm. dan Teknol., vol. 1, no. 1, p. 72, 2018, doi: 10.32493/teknologi.v1i1.1419.
[13] Y. Latief and R. P. Utami, “Penerapan Pendekatan Metode Six Sigma Dalam Penjagaan Kualitas Pada Proyek Konstruksi,” MAKARA Technol. Ser., vol. 13, no. 2, pp. 67–72, 2010, doi: 10.7454/mst.v13i2.471.
[14] H. Sirine, E. P. Kurniawati, S. Pengajar, F. Ekonomika, D. Bisnis, and U. Salatiga, “PENGENDALIAN KUALITAS MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (Studi Kasus pada PT Diras Concept Sukoharjo),” AJIE-Asian J. Innov. Entrep., vol. 02, no. 03, pp. 2477–3824, 2017.
[15] S. N. Hamidah and H. Aprilia, “Pengendalian Kualitas Produk Cacat Produksi E-Clips Menggunakan Metode Six Sigma,” pp. 141–154, 2024.
















