Penerapan Kesehatan Keselamatan Kerja pada Stasiun Perebusan Kelapa Sawit PT. Betami
Abstrak
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada stasiun perebusan kelapa sawit di Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT. XYZ. Kegiatan kerja praktek dilaksanakan pada tanggal 14 Juli sampai dengan 13 November 2024 di Kabupaten Aceh Tamiang. PMKS PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi produk utama berupa Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit (kernel). Proses produksi kelapa sawit di perusahaan ini melalui beberapa tahapan, antara lain penimbangan, sortasi, perebusan (sterilizer), perontokan (thresher), pelumatan (digester), pengepresan (screw press), serta proses pemurnian minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya kerja, menilai tingkat risiko kecelakaan kerja, serta memberikan usulan pengendalian risiko pada stasiun perebusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi identifikasi bahaya (hazard identification), penilaian risiko (risk assessment), penentuan tingkat risiko (risk level), serta pengendalian risiko (risk control). Proses identifikasi dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap aktivitas kerja, kondisi lingkungan kerja, serta peralatan yang digunakan oleh pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya pada stasiun perebusan, di antaranya paparan uap panas, tekanan tinggi pada sterilizer, risiko terpeleset akibat lantai yang licin, serta potensi kontak langsung dengan permukaan peralatan yang panas. Berdasarkan hasil penilaian risiko, beberapa aktivitas kerja memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi sehingga memerlukan tindakan pengendalian yang tepat. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain penggunaan alat pelindung diri (APD), penerapan prosedur kerja yang aman, peningkatan pengawasan kerja, serta pemberian pelatihan keselamatan kepada pekerja guna meminimalkan potensi kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan pabrik.\
Referensi
2. Hacrisnour W. 2022. “Evaluasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dengan Metode Hazard Indentification Risk Assesment and Risk Control (Hirarc) Pada Pt. Fajar Baizuri and Brothers.”
3. Rusni, Wayan, Asri Lestarini, Tanjung Subrata, and Sri Yenny. 2024. “Pemberdayaan Pekerja Industri Pembuatan Dulang Fiber Mengenai Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Dan Ergonomi.” Warmadewa Minesterium MedicalJournal3(2):147 52.https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/article/view/9571% 0Ahttps://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/article/download/9571/5606.
4. Amelya, D., Ab, S., Amelia, M. M. W., & Pd, S. I. (2021). Penerapan K3 Pada Lingkungan Kerja PT . Kamadjaja Logistics. 7(1), 106–116.
5. Crystallography, X. D. (2016). Pengertian Uji Validitas Dan Reabilitas. 1–23. Hacrisnour W. (2022). Evaluasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dengan
Metode Hazard Indentification Risk Assesment and Risk Control (Hirarc) Pada Pt. Fajar Baizuri and Brothe
6. Masruroh, L., & Mardesci, H. (2021). PROSES PEREBUSAN TBS KELAPA
SAWIT PADA STASIUN STERILIZER (Studi Kasus pada PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul, Riau). Jurnal Teknologi Pertanian, 10(1), 43–48. https://doi.org/10.32520/jtp.v10i1.1282
7. Pangaribuan, O., Tambun, B., Panjaitan, L. M., Mutiara, P., & Sinaga, J. (2022). Peranan Ergonomi Di Tempat Kerja. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 2(1),26–35.https://ejournal.politeknikmbp.ac.id/index.php/abdimaspkm/article/view/98/9 7
8. Theodora, R., Lubis, H. S., & Syahri, I. M. (2015). Hubungan Promosi K3 Dengan Perilaku Aman (Safe Behavior) Pada Karyawan Bagian Produksi Pengolahan Minyak Sawit Di PTPN. Jurnal USU, 3(3), 10.
9. Widiyanti, R. (2022). Tinjauan risiko k3 petugas rekam medis ruang filing rawat jalan di rumah sakit nindhita sampang. Stikes Ngudia Husada.
















