Analisis Pemborosan Waktu Proses Pada Stasiun Sterilizer Menggunakan Metode Lean Manufacturing di PKS

  • Sharla Yashifa Universitas Samudra, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Teknik Industri
  • Muhammad Zeki Universitas samudra

Abstrak

Pemborosan waktu proses pada stasiun sterilizer menggunakan pendekatan Lean Manufacturing di PKS Sawit Seberang. Stasiun sterilizer merupakan tahap penting dalam proses pengolahan kelapa sawit karena sangat mempengaruhi efisiensi ekstraksi minyak dan kualitas Crude Palm Oil (CPO). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung serta pengukuran waktu pada setiap aktivitas proses. Metode analisis yang digunakan adalah Value Stream Mapping (VSM) untuk mengidentifikasi aktivitas yang tergolong Value Added (VA), Non Value Added (NVA), dan Necessary Non Value Added (NNVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat aktivitas non value added yang cukup signifikan, seperti waktu tunggu dan keterlambatan proses, yang menyebabkan rendahnya efisiensi produksi. Nilai Process Cycle Efficiency (PCE) yang diperoleh menunjukkan bahwa proses belum berjalan optimal dan masih memerlukan perbaikan. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi pengurangan waktu tunggu antar proses, standarisasi prosedur kerja, peningkatan sistem perawatan mesin, serta optimalisasi metode kerja operator. Penerapan konsep Lean Manufacturing diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, mengurangi pemborosan, serta meningkatkan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.

 

Referensi

[1] D. I. Pantai and B. Aceh, “Analisa Pola Produksi Kelapa Sawit Dan Keseimbangannya Terhadap Pabrik Kelapa Sawit Di Pantai Barat Aceh,” no. 2, pp. 70–76, 2015.
[2] T. Sitepu, “Pabrik Kelapa Sawit Dengan Lama Perebusan,” no. 8, 2011.
[3] N. Architecture, N. Architecture, P. Maintenance, and S. B. Losses, “The impact of using different lean manufacturing tools on waste reduction,” pp. 81–92, 2020.
[4] T. Nuryawan and T. Dwiwinarno, “Produktivitas Studi Kasus Pembuatan Seragam Sekolah Dasar Di Cv . Focus Production Tamansari,” vol. 11, no. 2, pp. 133–142, 2020.
[5] R. Afiani, D. Pujotomo, S. T. Mt, J. T. Industri, F. Teknik, and U. Diponegoro, “Penentuan Waktu Baku Dengan Metode Stopwatch Time Study Studi Kasus Cv . Mans Group”.
[6] A. Beban et al., “Analisis Beban Kerja Pegawai Dengan Menggunakan Metode Work Sampling Untuk Menentukan Jumlah Pegawai Yang Optimal (Studi Kasus : Studio Foto GMD Langensari),” vol. 08, no. 01, pp. 39–56, 2021.
[7] F. Dzulkifli and D. Ernawati, “Analisa Penerapan Lean Warehousing,” vol. 02, no. 03, pp. 35–46, 2021.
[8] T. Ristyowati, A. Muhsin, and P. Nurani, “Minimasi Waste Pada Aktivitas Proses Produksi Dengan Konsep Lean Manufacturing ( Studi Kasus Di Pt . Sport Glove Indonesia ),” vol. 10, no. 1, pp. 85–96, 2017.
[9] A. Misbah and D. Widhiyanuriyawan, “Upaya Meminimalkan on Value Added Activities Produk Mebel,” vol. 3, no. 1, 2015.
[10] B. Eris, “Blog Eris Fishbone Diagram dan Langkah- Langkah Pembuatannya Langkah-Langkah Pembuatan Fishbone Diagram,” pp. 1–10, 2014.
Diterbitkan
2026-05-20