Analisis Struktur Penambahan Lantai Gedung Ruko Di Kota Langsa

  • Farida Cut Defryanti Universitas Samudra
  • Yulina Ismida
  • Meilandy Purwandito
Keywords: analisis struktur, penambahan lantai, perkuatan, concrete jacketing, SAP2000

Abstract

Penambahan lantai adalah salah satu alternatif pada sebuah bangunan dan suatu pengembangan karena peningkatan fungsi pada ruko tersebut atau adanya suatu penambahan infrastruktur tetapi lahan yang ada terbatas. Pada penelitian ini dilakukan analisis struktur bangunan eksisting untuk dapat diketahui pengaruh dan kemampuan struktur pada saat penambahan lantai gedung. Apabila struktur gedung tidak mampu menahan beban-beban yang bekerja akibat penambahan lantai, maka elemen yang tidak kuat pada struktur eksisting dibutuhkan perkuatan struktur, perkuatan dengan metode concrete jacketing. Analisis struktur penambahan lantai yang direncanakan dengan menambahkan 1 lantai sehingga menjadi 3 lantai lalu pemodelan 3D menggunakan program SAP2000. Denah bangunan dengan ukuran 16 m x 28 m, tinggi 4 m pada setiap lantai, mutu beton (f’c) 30 MPa, tegangan leleh (fy) 240 MPa untuk tulangan diameter ≤ 10 mm, tegangan leleh (fy) 400 MPa untuk tulangan diameter > 10 mm. Penambahan lantai gedung pada elemen struktur dan pembebanannya sama dengan struktur eksisting, analisis terhadap gempa dengan statik ekivalen dan analisis beban gempa berdasarkan SNI. Hasil analisis struktur yaitu kemampuan struktur awal akibat penambahan lantai. Perkuatan pada elemen struktur dengan concrete jacketing, pembesaran dimensi dan penambahan tulangan pada balok dan kolom. Pembesaran dimensi balok 30/40 menjadi balok 50/60, kolom 30/40 menjadi 50/60. Penambahan tulangan dilakukan karena perhitungan tidak memenuhi, pada balok daerah tumpuan tulangan ditambahkan 10 Ø 16, balok daerah lapangan tulangan ditambahkan 8 Ø 16 sedangkan pada kolom ditambahkan jumlah tulangan 14 Ø 16.

References

1726-2012, S. (2012). Analisis Beban Gempa (SNI 1726-2012) 2.2.1. 6–39.
Badan Standardisasi Nasional. (2013). SNI 2847:2013 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Bandung: Badan Standardisasi Nasional, 1–265.
PPIUG. (1983). Peraturan-Pembebanan-Indonesia-1983 (pp. 3–32).
PU, D. (1987). PPPURG_1987.pdf.
Spektran, J., Teknik, D., Universitas, S., Ageng, S., & Geser, G. (2017). EVALUASI SIMPANGAN STRUKTUR AKIBAT PENAMBAHAN LANTAI DENGAN METODE ANALISIS STATIK DAN DINAMIK RESPONSE SPECTRUM (Studi Kasus : Pembangunan Gedung Dekanat Fakultas Teknik UNTIRTA). Jurnal Spektran, 5(2), 88–95.
Violita Saruni, C., Dapas, S. O., & Manalip, H. (2017). Evaluasi dan Analisis Perkuatan Bangunan yang Bertambah Jumlah Tingkatnya. Jurnal Sipil Statik, 5(9), 591–602.
Lutfi, M., & Rusandi, E. (2020). Evaluasi Struktur Bangunan Ruko Akibat Penambahan Beban Atap Berupa Mini Tower. Astonjadro, 8(2), 87. https://doi.org/10.32832/astonjadro.v8i2.2790
Prabowo, A., & Lutfi, M. (2020). Analisis Struktur Bangunan Gedung Sekolah akibat Penambahan Ruang Kelas Baru (Studi Kasus di SMK Bina Putera Kota Bogor). Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas, 4(2), 133–148. https://doi.org/10.12962/j26151847.v4i2.6887
Published
2025-05-24
How to Cite
Farida Cut Defryanti, Yulina Ismida, & Meilandy Purwandito. (2025). Analisis Struktur Penambahan Lantai Gedung Ruko Di Kota Langsa. Jurnal Media Teknik Sipil Samudra, 6(1), 67-77. https://doi.org/10.55377/jmtss.v6i1.4233
Section
Articles