Penambahan Bahan Limbah Abu Sekam Padi Pada Campuran Batako Ditinjau Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur

  • Fitri Muliyani Simatupang Universitas Samudra
  • Meilandy Purwandito Universitas Samudra
  • Irwansyah Universitas Samudra

Abstrak

Bata beton pejal adalah bata yang memiliki penampang pejal 75 % atau lebih dari luas penampang seluruhnya dan memiliki volume pejal lebih dari 75 % volume bata seluruhnya. Banyaknya kebutuhan batako pejal sebagai bahan kontruksi tentu berakibat peningkatan kebutuhan material pembentuknya, sehubungan dengan hal itu maka penelitian melakukan metode experimen untuk percampuran pembuatan batako pejal dengan bahan tambahan limbah abu sekam padi. Limbah pertanian padi untuk bahan campuran bata beton ternyata mampu meningkatkan daya kuat teka (Simanjuntak, P.,2000). Tujuan yang dilakukan dari tugas akhir ini untuk mengetahui sifat mekanis (kuat tekan, kuat lentur dan daya serap air) batako dengan bahan campuran abu sekam padi. Dari hasil penelitian didapatkan nilai daya serap air tertinggi ada pada variasi 0% dengan nilai 9,324% dan nilai terrendah ada pada variasi 10% dengan nilai 4,131%, maka nilai resapan air batako optimal yang digunakan dalam penelitian ini adalah pada variasi IV. Untuk nilai kuat tekan  pada umur 14 hari  yang palig tinggi pada persenan 0% berada diantara  6 - 10,5 Mpa  sedangkan yang paling rendah berada pada komposisi 10% berada diantara 4,5 - 5,833 Mpa. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil kuat tekan batako pejal menghasilkan uji tekan antara 4,5 – 10,5 Mpa yang masih berada diatas ambang  SNI 03-0349-1989 yaitu > 2 Mpa. Untuk nilai kuat lentur yang paling tinggi pada kuat lentur  pada komposisi 0% 0,753 Mpa  sedangkan yang paling rendah berada pada komposisi 5% dengan nilai  0,327 Mpa. Dari hasil rata-rata pengujian kuat lentur tidak ada yang melewati syaratkan ASTM C 67-03

Diterbitkan
2020-11-08
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

1 2 > >>