Eksistensi Dan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Tari Silampari Kayangan Tinggi Di Kota Lubuklinggau
Abstract
Traditional dance serves as a profound medium for preserving cultural identity and transmitting local wisdom across generations. This study explores the existence and embedded local values of Tari Silampari Khayangan Tinggi, a ceremonial welcome dance from Lubuklinggau City, South Sumatra, Indonesia. This study aims to describe the development of the Silampari Khayangan Tinggi Dance in 2025. and explain the local wisdom values contained in the Silampari Khayangan Tinggi Dance. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques in the form of participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that the Silampari Khayangan Tinggi Dance still has a strong existence, especially in the context of official ceremonies and local cultural diplomacy. However, the dynamics of social change and institutional limitations require systematic revitalization so that cultural values are inherited intact, so that important steps to ensure the continuity of regional culture that is full of historical value and local wisdom. through education, innovation, and proper promotion, this dance can continue to live and become part of Indonesia's diverse cultural identity. This dance contains local wisdom reflected in the symbol of respect for guests (through the presentation of tepak sirih), aesthetics of make-up and movement that represent the gentleness of women, and local narratives such as the legend of Silampari and Dayang Torek.
References
Badan Pusat Statistik, (2023). Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan 2020-2022. Lubuklinggau.
Dorongsihae, V., Sambiran, S., & Pengemanan, F. (2022). Peran Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Kearifan Lokal di Desa Pontak Kecamatan Ranoyopo Kabupaten Minahasa Selatan. Governance. 2(1).1-11
Hilaria, (2020), Bentuk dan Fungsi Tari ilampari Kayangan Tinggi Di Lubuklinggau Sumatra Selatan. Skripsi, Surakarta: Insititut Seni Indonesia Surakarta.
Jazuli, M. (2016). Peta Dunia Seni Tari. Semarang: Cv Farishma Indonesia
KSB, (2014). Kamus Saku Bahasa Indonesia (KSBI). Surabaya. Penerbit Arloka
Koentjaraningrat. (2014). Pengantar Antropologi I. Jakarta: Rineka Cipta
M. Dagun, Save. (1990). Filsafat Eksistensialisme. Jakarta: Rineka Cipta.
Meutia,Z.D., & Araby,Z. (2023). Pelestarian Arsitektur Pascabencana Tsunami sebagai Cagar Budaya (Studi Kasus: Masjid Baiturrahim, Banda Aceh, Indonesia ). Bayt ElHikmah: Journal Of Islamic Architecture and Locality, Vol. 01 No. 01 29-38
Nismawati, Oruh, dkk. (2021). Eksistensi Tari Kabasaran pada Masyarakat Minahasa. Jurnal Mahasiawa Pascasarjana S3 Sosiologi Universitas Negeri Makassar. 7(4):2656-5862
Nerosti, (2019). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Melalui Tari Galombang. Jurnal Tari, Teater dan Wayang. .Program Studi Seni Tari. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Padang. 2(1): 35-41
Pratiwi, I., A. (2019). Eksistensi Tari Rampak Buton Di Panguyuban Buton Gentayangan Kabuaten Magelang. Skripsi. Fakultas Bahasa dan Seni. Semarang.
Saian, Badaruddin, (2019), Studi Komparatif Tari Silampari Gaya Lubuklinggau dan Gaya Musi Rawas di Sumatera Selatan. Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia.
Sibrani, R. (2021). Kearifan Lokal Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL)
Sugiyono, (2017). Metode penelitian pendekatan kualitatif, kuantitaif, dam R & D. Bandung: ALFABETA
Soedarsono, (1978). Tari-Tarian Indonesia I. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Sedyawati, E. dkk. (1986). Pengetahuan Elementer Tari dan Beberapa Masalah Tari. Direktorat Kesenian Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta Departemen Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan
Sutianingsih. 2020. Perkembangan Tari Turak di Kabupaten Rejang Lebong. Jurnal Seni dan Budaya. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Lubuklinggau. 4(1):16-27
Trisnawati, Ayu Ida. (2018). Pengantar Sejarah Tari. Yogyakarta: Penerbit Fakultas Seni Pertunjukkan ISI Denpasar.
Copyright (c) 2025 Memi Yuasti Memi, Ira Miyarni S, Isbandiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Seuneubok Lada: Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan © 2025 licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International





1.png)
.png)