The Existence of the Mothik Weapon in the Life of the Community in Ponorogo

  • Ahmad Syaifuddin Nur Wahid UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Wahyu Sri Mukti Lestari UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Isna Febi Nur Azizah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Muhammad Arief Labibur Rohman UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Andhita Risko Faristiana
Keywords: etnography, mothik, preservation, ponorogo, reog

Abstract

Penelitian ini mengkaji eksistensi senjata Mothik dalam kehidupan masyarakat Ponorogo serta perkembangan, jenis, penggunaan bahan, perubahan, dan upaya pelestariannya di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi dan wawancara bersama komunitas Pangrekso Mothik Ponorogo (PRAMONO), khususnya Muhammad Masrofiqi Maulana dan Muhammad Ariffin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mothik merupakan senjata praktis, bukan sebagai benda pusaka yang bersifat mistis. Identitas budayanya terbentuk melalui fungsi bela diri, keterkaitannya dengan warok dan tradisi Reog Ponorogo, serta memori kolektif masyarakat. Razia senjata Mothik pada tahun 1970-an menjadi titik balik yang menyebabkan berkurangnya penggunaan dan pengetahuan tentang Mothik, sehingga pelestarian kini tidak hanya berfokus pada bendanya, tetapi juga pada pemulihan sejarah dan identitas budayanya.

References

Ajeng Laksmita. 2026. “Jagong Budaya, UMPO Hidupkan Jejak Warisan Mothik & Reyog.” Accessed June 12, 2026. https://umpo.ac.id/1931-jagong-budaya,-umpo-hidupkan-jejak-warisan-mothik-&-reyog.html.

Fauzan, Mohammad Hazmi, Ade Kosasih, dan Ikhwan Ikhwan. 2024. “Karakteristik Naskah Futūḥul ‘Ārifīn: Kajian Kodikologis dan Analisis Paleografi.” Kabuyutan: Jurnal Kajian Ilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal 3 (2). https://doi.org/10.61296/kabuyutan.v3i2.248.

Feona, dan Zhalma. 2025. “Lestarikan Warisan Budaya, Pramono Gelar Pameran Mothik.” Accessed June 12, 2026. https://www.lpmalmillah.com/2025/02/lestarikan-warisan-budaya-pramono-gelar-pameran-mothik.html.

Maulidah, Asti Rahmawati, dan Rafi Akbar Putra Purwanto. 2024. “Eksistensi Senjata Tradisional dalam Babad Surapati dan Peranan Unsur Kebudayaan yang Mendasarinya.” Jurnal Online Baradha 20 (3).

Muhammad Ariffin. 2026. Wawancara oleh penulis. Warung Wakoka, Siman, Ponorogo, 6 Mei 2026.

Muhammad Masrofiqi Maulana. 2026. Wawancara oleh penulis. Kediaman narasumber di Siman, Ponorogo, 23 April 2026.

Shafira, Jihan Ranna. 2025. “Mengenal Mothik, Senjata Khas Kabupaten Ponorogo yang Harus Dilestarikan.” Accessed June 12, 2026. https://ponorogo.pikiran-rakyat.com/seputar-ponorogo/pr-3139403242/mengenal-mothik-senjata-khas-kabupaten-ponorogo-yang-harus-dilestarikan.

Sofi, Nizar Gulam, Adhi Widyarthara, dan Suryo Tri Harjanto. 2017. “Pusat Kesenian Reyog di Kabupaten Ponorogo Tema: Arsitektur Tropis Modern.” Pengilon: Jurnal Arsitektur 1 (2).

Spradley, James P. 2016. Participant Observation. Long Grove, IL: Waveland Press.

Suprayitno, Degdo, Ahmad Ahmad, Tartila Tartila, Sa’dinanoor Sa’dianoor, dan Yuri Alfrin Aladdin. 2024. Metodologi Penelitian Kualitatif: Teori Komprehensif dan Referensi Wajib bagi Peneliti. Jakarta: PT Sonpedia Publishing Indonesia.

“Seputar Ponorogo.” 2026. “Mothik, Senjata Tradisional Khas Ponorogo yang Menjadi Warisan Budaya Rakyat.” Accessed June 12, 2026. https://www.seputarponorogo.com/2026/02/mothik-senjata-tradisional-khas-ponorogo.html.

Published
2026-08-19
How to Cite
Nur Wahid, A. S., Lestari, W. S. M., Azizah, I. F. N., Rohman, M. A. L., & Faristiana, A. R. (2026). The Existence of the Mothik Weapon in the Life of the Community in Ponorogo. SEUNEUBOK LADA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya Dan Pendidikan, 13(1), 237-255. https://doi.org/10.33059/jsnbl.v13i1.14875