Historical Ecological Value in Banyubiru Folklore and Its Contribution to the Development of Natural Ecotourism Conservation
Nilai Ekologi Historis Dalam Folklor Pemandian Banyubiru Dan Peranannya Bagi Perkembangan Konservasi Ekowisata Alam
Abstrak
Folklor sebagai tradisi kelompok masyarakat yang diwariskan turun-temurun tentu menyiratkan berbagai macam nilai sosial dan moral. Salah satunya adalah folklor mengenai pemandian Banyubiru yang turut berkontribusi dalam membentuk pemahaman dan tanggung jawab masyarakat Desa Sumberejo terhadap kearifan lingkungan sekitarnya. Jadi, nilai yang menarik untuk dikaji dalam folklor tersebut adalah nilai ekologi historis serta perannya bagi perkembangan konservasi ekowisata alam. Adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa folklor pemandian Banyubiru mengandung nilai-nilai ekologi, misalnya nilai penghormatan terhadap alam dan makhluk hidupnya serta nilai konservasi. Nilai-nilai ekologi tersebut perlu dipahami oleh masyarakat setempat sebagai bentuk peranannya dalam mendukung perkembangan konservasi, khususnya dalam hal ini adalah memelihara eksistensi pemandian Banyubiru sebagai salah satu ekowisata alam yang harus dilestarikan. Maka melalui kajian ekologi dalam folklor ini diharapkan masyarakat dapat memaknai dengan tepat dengan mengimplikasikannya dalam upaya konservasi kompleks pemandian beserta flora dan fauna yang ada di dalamnya sebagai strategi keberlanjutan ekowisata alam
Referensi
Achmad, S. W. (2019). Sejarah Raja-Raja Majapahit dalam M. Zaid (Ed). Araska.
Angela, V. F. (2023). Strategi Pengembangan Ekowisata dalam Mendukung Konservasi Alam Danau Tahai. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(3), 984–993.
Ariyanto, H., Ardiansyah, & Kadaryanto, B. (2023). Kepastian Hukum Pengelolaan Kawasan Konservasi di Indonesia. Legalitas: Jurnal Hukum, 15(1), 8–28.
Butarbutar, R. R. (2021). Ekowisata dalam Perspektif Ekologi dan Konservasi. Dalam N. Rismawati (Ed). Bandung: Widina Bhakti Persada.
Darmayani, S., Juniatmoko, R., Martiansyah, I., Puspaningrum, D., Zulkarnaen, R. N., Nugroho, E. D., Pulungan, N. A., Aldyza, N., Rohman, A., Nursia, Hariri, M. R., & Wattimena, C. M. A. (2022). Dasar-dasar Konservasi. Dalam A. Masruroh (Ed). Bandung: Widina Bhakti Persada.
Fitrihayunitisna. (2019). Kesadaran Ekologi dalam Mitos di Telaga Rambut Monte Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Jurnal Studi Budaya Nusantara, 3(1), 40–51.
Hanim, F. (2020). Sejarah Lingkungan Untuk Sekolah. Historika, 23(1), 14–26.
Jannah, R., & Silfiah, R. I. (2023). Pengembangan Wisata Halal Pemandian Alam Banyubiru di Kabupaten Pasuruan dalam Meningkatkan Ekonomi Lokal. Jurnal Ilmu Administrasi Negara (AsIAN), 11(2), 15–30.
Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa Sebagai Alat Komunikasi dalam Kehidupan Manusia. Kampret Journal, 1(2), 1–10.
Muqodam, D. L., & Kewuel, H. K. (2021). Sampun Wonten Ket Mbiyen lan Jumlahe Mboten Kirang Mboten Nambah: Mitos Ikan Dewa Sebagai Strategi Konservasi di Telaga Rambut Monte Kabupaten Blitar Jawa Timur. Kusa Lawa, 1(2), 64–70.
Niman, E. M. (2019). Kearifan Lokal dan Upaya Pelestarian Lingkungan. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 11(1), 91–106.
Pamungkas, O. Y. (2021). Sastra Hijau: Pendidikan Lingkungan dalam Novel Klasik. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 3(2), 147–160.
Pandapotan, S., & Silalahi, H. (2022). Eksplorasi Folklor Lisan Karo Sebagai Identitas dan Penguatan Sosial Budaya. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya, 7(2), 168–173.
Rohman, N. N. (2020). Berdampingan dengan Leluhur di Masa Depan: Historisitas, Lanskap, dan Artikulasi Identitas Masyarakat Tengger Senduro. Masyarakat Indonesia: Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia, 44(2), 76–87.
Santosa, Y. B. P., & Irawan, H. (2022). Penanaman Kesadaran Lingkungan Melalui Integrasi Materi Sejarah Lingkungan dalam Pembelajaran Sejarah. Historia: Jurnal Pendidik Dan Peneliti Sejarah, 5(2), 129–136.
Setyorini, N., & Sukirno. (2019). Nilai Moral Lingkungan Hidup dalam Cerita Rakyat Nusantara. Bahtera: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 6(11), 519–526.
Simanjuntak, M. M. (2021). Analisis Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat “Mado-Mado Nias.” Kode: Jurnal Bahasa, 10(4), 136–149.
Subandi. (2023). Wawancara langsung pada tanggal 11 Maret 2023.
Sugiyono. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryanullah, A. S., Agung, D. A. G., & Ridhoi, R. (2021). Perubahan Ekologi Pantai Paciran-Brondong di Lamongan Tahun 1930-2010. Historiography: Journal of Indonesian History and Education, 1(3), 361–377.
Yunita, G. F. R., & Sugiarti, S. (2020). Kajian Mitos dalam Novel Aroma Karsa Karya Dewi Lestari Perspektif Ekologi Budaya. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 4(1), 106–120.





1.png)
.png)