Posthuman Hybridity in Leila S. Chudori’s Laut Bercerita: A Study of Digital, Ecological, and Spectral Agency

  • Chairuddin Universitas Samudra, Aceh-Indonesia
  • Cut Nuraini Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia
  • Diana Setiana Universitas Muhammadiyah Cirebon, Indonesia
  • Evi Zulida Universitas Samudra, Aceh-Indonesia
  • Guntur Arie Wibowo Universitas Samudra, Aceh-Indonesia
  • Rahmiati Universitas Samudra, Aceh-Indonesia

Abstrak

Penelitian ini mengkaji Laut Bercerita (2017) karya Leila S. Chudori melalui perspektif hibriditas posthuman, dengan fokus pada peran saling terkait teknologi digital, lingkungan ekologis, dan agensi spektral dalam membentuk identitas. Di tengah era digital global dan krisis ekologis, pandangan antropocentris tradisional tentang identitas manusia ditantang oleh konstruksi yang cair, relasional, dan tersebar yang melibatkan aktor manusia maupun non-manusia. Dengan menggunakan kerangka teoretis interdisipliner seperti posthumanisme Braidotti, kognisi digital Hayles, ekokritisisme materialis Alaimo, dan hauntologi Derrida, penelitian ini menerapkan analisis tekstual kualitatif untuk mengungkap bagaimana tokoh-tokoh dalam novel tersebut menegosiasikan identitas melalui tiga dimensi yang saling terkait: arsip digital sebagai ekstensi memori dan kesadaran; laut sebagai aktor ekologis yang aktif memengaruhi subjektivitas; serta kehadiran spektral trauma politik yang menghantui dan membentuk identitas kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Laut Bercerita memberikan intervensi kritis dalam sastra Indonesia pasca-Reformasi dengan menggambarkan identitas sebagai hibrida dan muncul dari relasi dinamis antara teknologi, lingkungan, dan sejarah. Artikel ini memberikan kontribusi pada kajian sastra Indonesia kontemporer dengan menonjolkan perspektif posthuman yang melampaui antropocentrisme dan menekankan inklusivitas dalam memahami subjektivitas di era digital dan ekologis.

Referensi

Alaimo, S. (2010). Bodily Natures: Science, Environment, and the Material Self. Indiana University Press.

Braidotti, R. (2013). The Posthuman. Polity Press.

Chudori, L. S. (2017). Laut Bercerita. Kepustakaan Populer Gramedia.

Derrida, J. (2012). Specters of Marx: The State of the Debt, the Work of Mourning, and the New International. Routledge.

Furqan, R. A., Arbain, A., & Putri, S. M. (2023). Genosida dan Trauma dalam Novel Laut Bercerita. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 11(1). https://doi.org/10.24036/jbs.v11i1.119834

Hayles, N. K. (1999). How We Became Posthuman: Virtual Bodies in Cybernetics, Literature, and Informatics. University of Chicago Press.

Head, J. C. (2020). Waves of Information, Suffocated Understanding, and the Place for Narrative Inquiry in the “Post-Truth” Era. Journal of Constructivist Psychology. https://doi.org/10.1080/10720537.2020.1727388

Iovino, S., & Oppermann, S. (2014). Material Ecocriticism. Indiana University Press.

Roine, H.-R., & Suoranta, E. M. (2022). Science Fiction and the Limits of Narrativizing Environmental Digital Technologies. Partial Answers. https://doi.org/10.1353/pan.2022.0017

Wampole, C. (2021). An Ecocritical Metaphorology. Contemporary French and Francophone Studies, 25(1). https://doi.org/10.1080/17409292.2021.1865056

Diterbitkan
2025-06-02