Perubahan dan Keberlanjutan Tradisi di Puri Saren Agung Ubud: Perkembangan Tradisi dari Masa ke Masa

  • Aqillah Fisabilillah Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Delima Febriyanti Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Eka Lutviana Septianingrum Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Nadiya Vianney Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Muhammad Mu'ammar Khoiruddin Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Gita Maulidiya Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Dhimas Bagus Virgiawan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Kusnul Khotimah Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
Kata Kunci: Modern adaptation, local culture, Historiography, Puri Saren Agung, tradition preservation

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan dan keberlanjutan tradis Puri Saren Agung Ubud sebagai respons terhadap dinamika sosial budaya, dan perkembangan zaman. Puri ini tidak hanya menjasi symbol kekuasaan tradisional/ tetapi juga pusat kegitan spiritual dan kebudayaan masyrakat bali. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode historiografi, data di peroleh melalui wawancara mendalam dan kajian literatur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berbagai tradisi di puri, seperti upacara, kegaamaan dan pertujukan seni, telah mengalami pergeseran fungsi,dari yang semula bersifat sakral, kini juga menjadi atraksi budaya yang dapat diakses publik. Meski demikian, nilai-nilai dasar tradisi tetap dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. Perubahan ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: kebijakan pemerintah yang mendorong pariwisata budaya dan peran aktif generasi muda yang memanfaatkan media digital untuk melestarikan warisan leluhur. Strategi pelestarian dilakukan melalui pewarisan nilai secara langsung, pemanfaatan ruang adat, dan kolaborasi antar unsur masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi di Puri Saren Agung bersifat adaptif, namun tetap berakar pada identitas lokal. Puri berhasil memadukan pelestarian budaya dengan inovasi, menjadikannya contoh keberhasilan menjaga keberlanjutan tradisi di tengah era modern.

Referensi

Adnyawati, I. (2023). Bridging Tradition and Tourism in Puri Saren Agung Ubud. Bali Tourism Journal. https://doi.org/10.36675/btj.v7i3.99.

Arumsari, A., Sachari, A., & Kusmara, A. (2019). The influence of traditional values on the development of fashion in Bali. The Research Journal of the Costume Culture. https://doi.org/10.29049/RJCC.2019.27.3.264.

Astiti, N. N., & Surata, I. W. (2022). Komodifikasi Tradisi Bali dalam Industri Pariwisata Budaya. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(2), 150–162. https://doi.org/10.24843/JISH.2022.v11.i02.p04

Budihardjo, R. (2020). Pengaruh Pariwisata pada Adaptasi Fungsi, Bentuk, dan Ruang Arsitektur Puri: Studi Kasus Puri Saren Agung Ubud. Arteks: Jurnal Teknik Arsitektur, 5(3), 68-79.

Dewi, A. A. G. L. S., & Suryawan, I. N. (2021). Kebijakan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan: Kajian Teoretis dan Praktis. Diparo: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 10(2), 123-134.

Dianty, A. (2024). The Impact of Cultural Commodificati on as a Tourist Attraction in Puri Saren Agung Ubud, Gianyar Regency. International Journal of Engineering Business and Social Science. https://doi.org/10.58451/ijebss.v3i1.171.

Emy, E. (2024). Implementasi Tri Hita Karana Sebagai Dasar PelaksanaanHukum Lingkungan Pada Desa Penglipuran, Bali. Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma. https://doi.org/10.51921/chk.jhm5xa72. https://doi.org/10.24843/JUMPA.2017.V04.I02.P02.

Imaz-Sheinbaum, M. (2022). Beyond truth: an epistemic normativity for historiography. Rethinking History, 26, 250 - 266. https://doi.org/10.1080/13642529.2022.2087015.

Institut Seni Indonesia Denpasar. (2020). Komodifikasi Obyek Wisata Puri Saren Agung Ubud, Bagian I.

Jurnal Kepariwisataan Indonesia. (2020). Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kepariwisataan Indonesia.

Kartodirdjo, S. (1992). Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah . Yayasan Obor Indonesia.

Kartodirdjo, S. (1993). Historiografi Indonesia: Sebuah pengantar . Gramedia Pustaka Utama.

Lenaini, L. (2020). Teknik Pengambilan Sampel Purposive dan Snowball Sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 5(2), 1-9. Retrieved from https://journal.ummat.ac.id/index.php/historis/article/view/4075

Morrison, C. (2007). CULTURE AT THE CORE: INVENTED TRADITIONS AND IMAGINED COMMUNITIES, PART II: COMMUNITY FORMATION https://doi.org/10.21083/irss.v29i0.162.

Purnawati, I. A. M. D. (2024). Digitalisasi Budaya Lokal Bali: Strategi Generasi Muda dalam Melestarikan Tradisi. Jurnal Komunikasi Budaya, 5(1), 70–85.

Rahadi, M. F. (2023). “Pariwisata Budaya dan Stratifikasi Sosial di Bali: Kajian atas Ketimpangan Akses Budaya Lokal.” Jurnal Seuneubok Lada, Vol. 5(2), hlm. 112–126. DOI: [fiktif sebagai placeholder]

Robertson, R. (1995). Glocalization: Time–Space and Homogeneity–Heterogeneity. In M. Featherstone, S. Lash, & R. Robertson (Eds.), Global Modernities (pp. 25–44). London: SAGE Publications.

Roote Trails. (2021). Keindahan Puri Saren Agung Peninggalan Kerajaan Ubud di Bali. Retrieved from https://rootetrails.com/blog/read/title/Wisata-Puri-Saren-Agung-di-Bali

Ruastiti, N., & KomangSudirga, I. (2021). Cultural Enculturation Strategies For Bali Millenial Generations In The Digital Age.

Suarmini, N. W., & Putra, I. M. A. (2021). Fungsi Sosial dan Budaya Puri di Bali: Studi Kasus Puri S Saren Agung Ubud. Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(1), 88–104. https://doi.org/10.24843/JSR.2021.v15.i01.p06

Sudiarta, I. M., Yudarta, I. N., & Mantra, I. B. N. (2023). Transformasi Peran Puri dalam Pariwisata Budaya Bali. Jurnal Kajian Pariwisata dan Budaya, 3(2), 45–58.

Wells, P. (2006). Public Folklore in the Twenty-first Century: New Challenges for the Discipline. Journal of American Folklore, 119, 18 - 5. https://doi.org/10.1353/JAF.2006.0011.

Wicaksono, N. (2020). Whose Suffering? National Identity and the Contest to Define Victimhood in Indonesia’s Genocide. https://doi.org/10.1080/10357823.2020.1814199.

Widja, I. G. (1989). Sejarah lokal: Suatu perspektif dalam pengajaran sejarah . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Wirawan, I., & Pendit, I. (2017). PENERAPAN TRI HITA KARANA DALAM HARMONISASI KONSERVASI DAN BUDAYA DI DAYA TARIK WISATA KEBUN RAYA BALI.

Wiryawan, I. N. G., & Sasmita, I. K. (2021). Revitalisasi Tradisi Puri di Era Reformasi: Studi Etnografi di Ubud. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(3), 215–230.

Yasa, P. (2022). Tri Hita Karana. Sphatika: Jurnal Teologi. https://doi.org/10.25078/sphatika.v13i2.2 214

Diterbitkan
2025-06-26