Tradisi Pemakaman Mepasah Desa Terunyan Dalam Kajian Historis

  • Shela Zaimatur Rosyida Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Intan Dwi Listiani Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Nia Ayu Mevia Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Afin Naila Salma Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Nurwildan Tsalits Khozin Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Niswatin Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Nuansa Bayu Segara Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
Kata Kunci: Mepasah, Terunyan, tradisi pemakaman, Bali Aga, sejarah budaya, pelestarian

Abstrak

Tradisi pemakaman Mepasah di Desa Trunyan, Bali, merupakan warisan budaya unik masyarakat Bali Aga yang telah bertahan sejak masa Bali Kuno. Tidak seperti praktik pemakaman Hindu Bali pada umumnya yang menggunakan kremasi, masyarakat Trunyan memperlakukan jenazah dengan cara membiarkannya terbaring di atas tanah di bawah pohon Taru Menyan tanpa dikubur. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghormatan terhadap kematian, tetapi juga mencerminkan filosofi hidup masyarakat setempat yang menjunjung tinggi harmoni antara manusia, alam, dan roh leluhur, sebagaimana tercermin dalam konsep Tri Hita Karana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara historis asal-usul, perkembangan, dan keberlangsungan tradisi Mepasah di tengah arus modernisasi, serta menggali alasan-alasan utama yang membuat masyarakat Trunyan tetap mempertahankannya hingga kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun terpapar pengaruh pariwisata dan globalisasi, masyarakat Trunyan secara kolektif tetap mempertahankan praktik ini sebagai identitas budaya sekaligus sistem spiritual yang tak tergantikan. Selain itu, dukungan dari lembaga adat, selektivitas dalam menerima perubahan, serta keterlibatan aktif generasi muda dalam pelestarian menjadikan tradisi ini tetap lestari. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan historis dan kultural dalam memahami dan melestarikan praktik budaya lokal agar tidak kehilangan makna aslinya di tengah perubahan zaman.

Referensi

Adiwiyasa, I. B. P. S., Darmawiguna, I. G. M., & Subawa, I. G. B. (2023). Film Animasi 3D Sejarah Tradisi Mepasah di Desa Trunyan Bangli. Jurnal Penelitian Mahasiswa Indonesia, 3(2), 476-480.

Agastya, I. B. O., Diwyastra, P. D., Hespiantoro, S., Ariana, D., Suasapha, A. H., & Sucita, P. M. (2023). Development of Wingkangranu geotrail as a Geotourism Attraction in Batur UNESCO Global Geopark. Geotourism Fest & International Confrence.

Aridiantari, P., Lasmawan, I. W., & Suastika, I. N. (2020). Eksistensi Tradisi Dan Budaya Masyarakat Bali Aga Pada Era Globalisasi Di Desa Trunyan. Ganesha Civic Education Journal, 2(2), 67-80.

Artawan, I. N., & Surawati, N. M. (2020). Transformasi Nilai Etika Dalam Upacara Mendem Sawa Pada Masyarakat Bali Aga di Desa Trunyan Kabupaten Bangli. VIDYA WERTTA: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia, 3(2), 39-51.

Astiti, N. K., & Suamba, I. B. G. (2018). Identitas Budaya dan Resistensi Modernitas pada Komunitas Bali Aga. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(2), 214–225.

Audyandari, N. K. N. (2024). God, love, and death of Trunyan Village. Life and Death: Journal of Eschatology, 2(1), 38-50.

Aziz, A. A., Fadli, R., & Mukhlis, M. (2020). Kekeramatan makam: Studi kepercayaan masyarakat terhadap kekeramatan makam-makam kuno di Lombok. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/340682370

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dewi, A. M. A. T., Dewi, N. M. T., & Dewi, N. P. L. (2024). Peranan Desa Adat dalam Menerapkan Sanksi terhadap Pelanggaran Proses Perkawinan dalam Awig–Awig Desa Adat di Desa Adat Takmung Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung. Kerta Dyatmika, 22(1), 42–52. https://doi.org/10.46650/kd.v22i1.1525

Ikhwan, M., & Anggela, F. R. (2019). Makam Legenda Orang Kayo Hitam: Sebuah analisis historis. Nazharat, 24(1), 55–70. https://www.researchgate.net/publication/351000413

Lestari, A. P. U. P. Setra Badung sebagai Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota di Denpasar. Vitruvian: Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan, 6(2), 185919.

Maulana, A. M. R., Untung, S. H., & Rosyidah, H. A. (2022). Religious Values in Balinese Hinduism Death Rituals: An Anthropological Perspective. Journal Sampurasun: Interdisciplinary Studies for Cultural Heritage, 8(1), 58-73.

Parhusip, E. S., Sinaga, Y., & Pakpahan, J. (2023). Peran Modul Nusantara dalam Mengenal Tradisi Pemakaman di Desa Adat Trunyan melalui Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 12995-13004.

Putri, A. C. (2021). Analisis Tradisi Pemakaman Trunyan Berdasarkan Perspektif Sosial Budaya dan Hukum Terkait Hak Asasi Manusia pada Masa COVID-19. Jurnal Ilmu Budaya, 9(1), 62-71.

Qodim, H. (2023). Nature Harmony and Local Wisdom: Exploring Tri Hita Karana and Traditional Ecological Knowledge of the Bali Aga Community in Environmental Protection. Religious: Journal of Religious and Cross-Cultural Studies, 7(1).

Sitepu, S. R., Karo-Karo, A. B., Savitri, N. P. D., & Hidayatullah, L. S. Analisis Pengembangan Nilai-nilai Karakter Sosial-Budaya Masyarakat Desa Trunyan Bali dalam Rangka Peningkatan Sektor Pariwisata Desa.

Subagyo, A., & Kristian, I. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/372744678

W., & Suastika, I. N. (2020). Eksistensi Tradisi Dan Budaya Masyarakat Bali Aga Pada Era Globalisasi Di Desa Trunyan. Ganesha Civic Education Journal, 2(2), 67-80.

Widiastuti, N. M. A., & Yuliarmi, N. N. (2020). Kearifan Lokal dalam Pemakaman Trunyan: Tantangan Pelestarian di Era Modern. Jurnal Kajian Bali, 10(1), 123–138.

Yoga, K. A. S. P. (2023). Awig-Awig sebagai Hukum Adat di Wilayah Desa Adat Provinsi Bali. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(2), 292–295.

Diterbitkan
2025-07-14