Nandong Simeulue: Rekonstruksi Dinamika Tradisi Lisan dan Relevansinya dalam Pembelajaran Sejarah SMA

  • Okhaifi Prasetyo Universitas Samudra, Langsa-Aceh, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-0386-2373
  • Madhan Anis Universitas Samudra, Langsa-Aceh, Indonesia
  • Zulkifli Abdurrahman Usman Universitas Samudra, Langsa-Aceh, Indonesia
  • Imam Hadi Sutrisno Universitas Samudra, Langsa-Aceh, Indonesia
  • Usman Universitas Samudra, Langsa-Aceh, Indonesia
Kata Kunci: nandong simeulue, rekonstruksi dinamika, tradisi lisan, pembelajaran sejarah

Abstrak

Tradisi lisan Nandong saat ini menghadapi tantangan serius dalam kelangsungannya. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya minat generasi muda, khususnya kalangan pelajar SMA, untuk mempelajari dan melestarikan tradisi ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi dinamika tradisi lisan Nandong di Kabupaten Simeulue dengan melacak perkembangan dan perubahannya dari masa ke masa, serta menganalisis relevansi tradisi lisan Nandong terhadap pembelajaran sejarah terintegrasi budaya di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer dan skunder. Hasil menunjukan, tradisi ini memiliki keunikan yang terletak pada kemampuannya mengabadikan peristiwa penting seperti bencana tsunami 1907 melalui syair "Smong" yang terbukti efektif sebagai media mitigasi bencana lintas generasi. Seiring perkembangan zaman, Nandong menunjukkan daya adaptasinya dengan menyerap unsur-unsur modern dalam bahasa dan tema, sambil tetap mempertahankan struktur dan nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya. Pengakuan Nandong sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2016 semakin memperkuat posisinya sebagai sumber pembelajaran yang bernilai. Dalam konteks pendidikan sejarah, khususnya untuk materi Pemahaman Sumber Sejarah (kelas X) dan Sejarah Lokal (kelas XI), Nandong menawarkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Melalui dinamika Nandong, siswa tidak hanya belajar memahami historiografi lisan, tetapi juga mengembangkan perspektif bahwa sejarah merupakan proses dinamis yang terus berkembang.

Referensi

Azzahra, N. T., Ali, S. N. L., & Bakar, M. Y. A. (2025). Teori Konstruktivisme Dalam Dunia Pembelajaran. Jurnal Ilmiah Research Student, 2(2), 64–75.

Been, H. (2022). Pendidikan Karakter Dan Penanaman Nilai-Nilai Budaya Bangsa Melalui Pembelajaran Sejarah Lokal Berbasis Folklore.

Budiarta, I. W. (2023). Integrasi Kearifan Lokal Mulat Sarira dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal IKA, 21(1), 1–7.

Depdikbud. (2022). Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Diana, E. (2023). Eksplorasi Nilai-Nilai Luhur dalam Tradisi Lisan “Berasan” Adat Perkawinan Kota Bengkulu. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 6(1), 205–222.

Fadinul, A. (2020). Community Attitudes Towards Preserving Nandong Art in Gampong Sambay, Teluk Dalam District, Simuelue Regency. Arkus, 6(1), 74–79.

Febrilia, W., Jummi, C. V. R., & Diah, H. (2023). Peran Tokoh Masyarakat Dalam Pelestarian Kearifan Lokal Nandong Smong di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue. Jurnal Pendidikan Geosfer, 8(2), 193–206.

Gadeng, A. N., Azis, D., & Yusuf, Y. Q. (2024). The role of oral traditions in internalizing smong wisdom: Perspectives from the Simeulue community. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 14(2).

Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice. teachers college press.

Graness, A. (2022). The status of oral traditions in the history of philosophy: Methodological considerations. South African Journal of Philosophy, 41(2), 181–194.

Gulo, Y., & Harefa, A. T. (2024). Ancaman Budaya Popopularitas (Pop) Terhadap Pelestarian Budaya Maena Di Desa Lologolu, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran (JRPP), 7(1), 2709–2717.

Hak, P. (2019). Etnopedagogik pada masyarakat Suku Muna, Tolaki, dan Bajo di Sulawesi Tenggara (strategi pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah untuk penguatan karakter siswa). Seminar Nasional Sejarak Ke-4 Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Padang, 279–296.

Hasanah, L. U., & Andari, N. (2021). Tradisi lisan sebagai media pembelajaran nilai sosial dan budaya masyarakat. Jurnal Ilmiah Fonema, 4(1), 48–66.

Hasibuan, A. R. G., Amalia, A., Resky, M., Adelin, N., Muafa, N. F., & Zulfikri, M. A. (2024). Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka (Tinjauan Holistik Paradigma Ki Hajar Dewantara Sebagai Pendekatan). NUSRA: Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 5(2), 663–673.

Husna, H. (2022). Kontribusi Masyarakat Dalam Pelestarian Seni Nandong (Studi Kasus Desa Kuala Bakti Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Simeulue). Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Im, K., & Hidayat, M. (2023). Syair Smong dalam Nyanyian Warisan Penyelamatan Diri dari Bencana Tsunami Aceh Simeulue. Jurnal Seni Nasional Cikini, 9(1), 17–28.

Irfan, I., Emrizal, E., & Elyanta, M. (2024). Strategi Pengembangan Potensi Wisata Desa Matanurung Kabupaten Simeulue. Jurnal Darma Agung, 32(5), 253–260.

Juliyati, E. D. (2021). Peranan Pembelajaran Sejarah Dalam Penanaman Nilai Karakter Nasionalisme.

Jurdi, S., & Amiruddin, A. (2024). Analisis Peran Tradisi Lisan Dalam Pelestarian Identitas Budaya Lokal: Studi Kasus Pada Masyarakat Adat di Indonesia. Journal Central Publisher, 2(3), 1692–1698.

Kamil, R., Fitriani, D. N., Alam, N. N. S. B., & Sofiyani, Z. (2021). The documentality of “SMONG” as social control for disaster risk reduction in Simeulue Island. Proceedings from the Document Academy, 8(2), 9.

Kasih, D., & Ramli, R. (2022). Establishment of Disaster Preparedness Through Hikayat Smong On Simeulue Island. PROCEEDINGS: Dirundeng International Conference on Islamic Studies, 185–194.

Lestina, L., Syahriandi, S., & Rasyimah, R. (2024). Pesan Moral dalam Syair Nandong Kabupaten Simeulue. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 2(5), 86–99.

LIN, J., & Hasan, E. (2019). Peran Pemerintah Dalam Mensosialisasikan Kearifan Lokal Smong Untuk Masyarakat Pendatang Di Simeulue. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, 4(4).

Lubis, T., & Abus, A. F. (2019). Tutur Nandong dalam Masyarakat Simeulue.

Maru, H., Wulandari, E., & Sabila, F. (2023). Identifikasi Kearifan Lokal Mitigasi Bencana Tsunami di Pulau Simeulue. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Dan Perencanaan, 7(2), 44–50.

Prasetyo, O., Al Dilwan, M., & Rahman, A. (2024). The Integration of Traditional Values of Pelintau Pencak Silat as a Resource for Local History Education. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 27(2), 319–334.

Prasetyo, O., & Kumalasari, D. (2021). Nilai-Nilai Tradisi Peusijuek Sebagai Pembelajaran Sejarah Berbasis Kearifan Lokal: Indonesia. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(3), 359–365.

Prasetyo, O., & Rahman, A. (2023). Analisis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pada Mata Pelajaran Sejarah Sebagai Perbandingan Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). PAKIS (Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial), 3(1), 56–66.

Rahmadansyah, R., & Juliani, R. (2023). Fungsionalisasi Budaya Lisan Nandong Smong Di Desa Salur Kecamatan Teupah Barat Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh. SOURCE: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 138–147.

Rahman, A., Prasetyo, O., Rahmatin, Y., Sutrisno, I. H., & Anis, M. (2024). Nilai Kearifan Lokal Tradisi Nandong Di Simeulue Dan Fungsinya Pada Pewarisan Budaya Bagi Masyarakat Setempat. Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial, 4(1), 27–48.

Rahman, A., Sakurai, A., & Munadi, K. (2018). The analysis of the development of the Smong story on the 1907 and 2004 Indian Ocean tsunamis in strengthening the Simeulue island community’s resilience. International Journal of Disaster Risk Reduction, 29, 13–23.

Rispan, R., & Sudrajat, A. (2020). Pewarisan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kalosara dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Membangun Karakter Siswa. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 8(1), 61–76.

Rozak, A., Pratama, H. N., & Manalu, N. A. (2022). Bentuk Penyajian Musik Kesenian Nandong pada Upacara Khitanan di Desa Lataling Kecamatan Teupah Selatan Kabupaten Simeulue. DESKOVI: Art and Design Journal, 5(2), 128–133.

Shukla, S. S. D. S. (2025). Page A Comparative Study of Folklore and Oral Traditions Across Cultures. Scholar’Digest: Journal of Arts & Humanities, 1(1), 55–74.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Suprapto, Y., & Imron, A. (2025). Model Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Untuk Membangun Kognisi Sosial Dan Sikap Sosial Siswa SMP. SEUNEUBOK LADA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya Dan Pendidikan, 12(1), 253–265.

Susanto Heri. (2014). Seputar Pembelajaran Sejarah, Isu, Gagasan dan Strategi Pembelajaran. Aswaja Presindo.

Takari, M. (2020). Nandong Smong As Song Heritage From Tsunami Disaster In The Aceh Simeulue Culture: A Study Of Musical, Textual, Functional, And It’s Local Wisdom. Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), 3(4), 95–99.

Thomas, J. W. (2000). A review of research on project-based learning.

Ulfa, M., Palawi, A., & Hartati, T. (2024). Perubahan Dan Keberlanjutan Kesenian Nandong Di Sanggar Safakat Desa Lugu Kabupaten Simeulue. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik, 9(1).

Wani, A. D. (2020). Makna Filosofi Musikal Nandong Smong Sebagai Penyelamatan Diri Dari Bencana Tsunami Di Kabupaten Simeulue Desa Lugu. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Zed, M. (2023). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Zulfadli. (2024, September). Seni Nandong Simeulue Degradasi Generasi Penerus. Metropolis.Id.

Diterbitkan
2025-07-27