The Postmodernism Approach In Preventing Multicultural Conflict

  • Syahri Ramadhan Institut Seni Budaya Indonesia Aceh
  • Melly Tria Utari Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

Abstrak

Indonesia sebagai negara yang dihuni oleh masyarakat multikultural memiliki keberagaman dalam aspek budaya bangsa. Keberagaman masyarakat Indonesia tersebut yang menjadikan negara Indonesia sangat rawan akan terjadinya konflik yang meliputi perkelahian antar kelompok warga, perkelahian warga antar desa/kelurahan, perkelahian warga dengan aparat, perkelahian antar pelajar dan perkelahian antar suku. Tujuan tulisan ini dimaksudkan untuk mengkaji relevansi pemikiran postmodernisme dalam pencegahan konflik multikultural. Hasil temuan yang berhasil disimpulkan penulis dari berbagai sumber literatur menjelaskan bahwa pemikiran postmodernisme masih sangat relevan digunakan dalam kehidupan sehari-hari di dalam masyarakat pada masa digitalisasi pada saat ini. Dengan adanya pemikiran postmodernisme, dapat menanamkan sifat saling menghargai, toleransi, dan bersifat bijak dalam menghadapi suatu masalah, perbedaan pendapat, maupun perbedaan keanekaragaman budaya bangsa Indonesia, melalui penanaman nilai pluralisme, dekonstruktifisme, dan relativisme. Strategi penerapan pemikiran postmodernisme dapat dilakukan dalam berbagai hal, salah satunya yaitu dengan cara edukasi, yakni melalui metode pendekatan pendidikan formal yaitu sekolah yang dimulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Penerapan pemikiran postmodernisme di sekolah terintegrasi dalam tiga hal yaitu program budaya sekolah, pengembangan diri, dan pengintegrasian mata pelajaran.

Referensi

Amin, A. (2004). Falsafah Kalam di Era Postmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Badan Pusat Statistik. (2021). Katalog Statistik Kriminal 2021. Jakarta: Direktorat Statistik Politik dan Keamanan.

Bakhtiar, A. (2012). Filsafat Ilmu. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Damadi, H. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Ediyono, S. (2014). Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Penerpit Kaliwangi.

Fauziah, L. (2025). “Dinamika Sosial Budaya dalam Tradisi Pawai Ogoh-Ogoh di Desa Adat Kuta Bali". Jurnal Seuneubok Lada, 12(2), 321–335.

Indriyanto, B. (2014). “Mengkaji Revolusi Mental dalam Konteks Pendidikan.” Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 20(4), 561–564.

Jalaluddin. (2013). Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Rajawali Pers.

Mahfud, C. (2006). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Maksum, A. (2014). Pengantar Filsafat: Dari Masa Klasik Hingga Posmodernisme. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Marwing, A. (2017). Psikologi Postmodernisme: Kritik dan Tawaran terhadap Psikologi Positivistik”. Jurnal Kontemplasi, 5(2), 444–448.

Narwoko, J. D. dan B. S. (2005). Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana.

Purna, I. M. (2016). “Kearifan Lokal Masyarakat Desa Mbawa dalam Mewujudkan Toleransi Beragama.” Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 1(2), 273–280.

Purwatiningsih, A. P. (2018). "Histori Filantropi : Tinjauan Teori Postmodern”. Jurnal Ziswaf, 5(1), 152–157.

Riberu, J. dan K. O. (Ed. . (2009). Posmodernisme. Yogyakarta: PT. Kanisius Media.

Rozi, S. (2012). “Agama dan Postmodernisme : Menelusuri Metodologi dan Pendekatan Studi-Studi Agama.” Jurnal Ushuluddin STAIN Bukittinggi, 1(2), 232–240.

Sari, F. (2025). “Peran Guru dalam Mengintegrasikan Nilai-Nilai Perdamaian pada Pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri 5 Langsa.” Jurnal Seuneubok Lada, 12(2), 313–320.

Soekanto, S. (1993). Kamus Sosiologi. Yogyakarta: Gajah Madha University Press.

Somantrie, H. (2010). “Konflik dalam Perspektif Pendidikan Multikultural.” Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 17(6), 661–673.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta.

Surajiyo. (2007). Ilmu Filsafat Suatu Pengantar. Jakarta: Bumi Aksara.

Yusuf Lubis, A. (2014). Postmodernisme : Teori dan Metode. Jakarta : Rajawali Pers.

Diterbitkan
2025-10-07