Teori Bourdieu, Modal Budaya, dan Sastra Digital: Sintesis Teoretis dan Implikasi Penelitian

  • susanto susanto Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Pekalongan
Kata Kunci: Bourdieu, modal budaya, modal digital, sastra digital, habitus

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis relevansi teori Pierre Bourdieu—khususnya konsep habitus, modal budaya, dan medan (field)—dalam konteks sastra digital. Transformasi teknologi telah melahirkan medan baru di mana karya sastra tidak hanya diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi melalui medium cetak, tetapi juga melalui platform digital. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan memperkenalkan konsep “modal digital” sebagai perluasan dari modal budaya Bourdieu dan menegaskan relevansinya dalam praktik sastra kontemporer. Kajian pustaka ini menggunakan pendekatan narrative literature review dengan menelaah artikel, buku, dan penelitian terkini tentang hubungan teori Bourdieu dan fenomena digital. Hasil sintesis menunjukkan bahwa konsep modal budaya masih relevan, namun memerlukan perluasan ke arah modal digital yang mencakup literasi teknologi, kemampuan mengelola algoritma, dan membangun jaringan pembaca. Selain itu, habitus sastra generasi digital terbentuk oleh interaksi dengan platform daring yang mendorong pola konsumsi instan, narasi berseri, dan partisipasi interaktif. Konsep field membantu memetakan dinamika kekuasaan baru dalam sastra digital, di mana otoritas kultural tidak lagi dimonopoli institusi tradisional, melainkan juga ditentukan oleh algoritma platform dan komunitas virtual. Kajian ini menyimpulkan bahwa penggunaan teori Bourdieu dalam penelitian sastra digital memerlukan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan analisis kualitatif, kuantitatif, dan etnografi digital. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan metodologi penelitian sastra yang lebih komprehensif serta pemahaman mendalam mengenai distribusi modal, produksi nilai kultural, dan demokratisasi sastra di era digital

Referensi

Amalia, A. F. (2022). Strategi Sastra Cyber pada Arena Kesusastraan Indonesia. Jurnal Bahasa dan Sastra, 14(2), 45-60.

Anugrah, P. (2022). Habitus digital dan modal sosial penulis Wattpad di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(1), 45-61.

Becking, S. K. (2012). Cultural capital and the digital divide: A literature review. Advocate Journal, 20(1), 12-25.

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education (pp. 241-258). Greenwood.

Bourdieu, P. (1990). The logic of practice. Stanford University Press.

Bourdieu, P. (1993). The field of cultural production: Essays on art and literature. Columbia University Press.

Bourdieu, P. (1996). The rules of art: Genesis and structure of the literary field. Stanford University Press.

Feng, S., et al. (2024). Toward conceptual clarity for digital cultural and social capital. Humanities & Social Sciences Communications, 11(1), Article 213. https://doi.org/10.1057/s41599-024-02615-3

Gerlitz, C., & Helmond, A. (2013). The like economy: Social buttons and the data-intensive web. New Media & Society, 15(8), 1348-1365. https://doi.org/10.1177/1461444812472322

Helmond, A. (2015). The platformization of the web: Making web data platform ready. *Social Media + Society, 1*(2), 1-11. https://doi.org/10.1177/2056305115603080

Hutagalung, S. (2021). Wattpad, sastra digital, dan transformasi modal budaya. Jurnal Ilmu Budaya, 9(2), 88-102.

Ignatow, G. (2017). Pierre Bourdieu: Theorizing the digital. Information, Communication & Society, 20(7), 950-966. https://doi.org/10.1080/1369118X.2017.1301519

Ismoyo, S. L. (2024). Pendekatan teori produksi kultural Pierre Bourdieu: Studi kasus komik Indonesia. Jurnal DKV; Seni & Komik, 9(2), 67-83.

JATI. (2025). Platform writers and the production of digital literature. JATI: Journal of Southeast Asian Performing Arts, 12(1), 101-118.

Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York University Press.

Murray, J. (2018). Hamlet on the holodeck: The future of narrative in cyberspace (Updated ed.). MIT Press.

Onoma. (2021). Demokratisasi akses atau dehumanisasi pembacaan? *E-Journal Onomatama, 7*(1), 23-34.

QSS. (2023). Field, capital, and habitus: The impact of Pierre Bourdieu on digital studies. QSS Journal, 4(1), 186-210.

Ragnedda, M. (2018). Conceptualizing digital capital. Telecommunications Policy, 42(9), 732-739. https://doi.org/10.1016/j.telpol.2018.03.009

Ragnedda, M., & Ruiu, M. L. (2020). Digital capital: A Bourdieusian perspective on the digital divide. Emerald Publishing.

Reed, E. (2023). Cultural capital theory's continuing impact on sociology of education. Sociology of Education, 96(2), 111-128. https://doi.org/10.1177/00380407231166640

Verwiebe, R., et al. (2024). Bourdieu revisited: New forms of digital capital. Information, Communication & Society, 27(4), 589-605. https://doi.org/10.1080/1369118X.2023.2280221

Diterbitkan
2025-10-29