Corruption In The Colonial Period: Social Criticism Of The Indigenous Elite In Max Havelaar (1976)

Korupsi Pada Masa Kolonial: Kritik Sosial Terhadap Kaum Elite Pribumi Dalam Film Max Havelaar (1976)

  • Justin Raja Guk Guk Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samudra
  • Defitri Purba Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samudra
  • Layla Mutiara Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samudra
  • Hidayah Wahyuni Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samudra
  • Nur Hasanah Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samudra
  • Sarida Sarida Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samudra
  • Angel Lita Purba Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samudra
Kata Kunci: History of Corruption,, Indigenous Elite,, Film,, Max Havelaar

Abstrak

Penelitian ini membahas korupsi pada masa kolonial yang digambarkan dalam film Max Havelaar (1976), dengan fokus pada kritik sosial terhadap peran kaum elite pribumi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana film tersebut menampilkan praktik korupsi sebagai bagian dari sistem kekuasaan kolonial yang melibatkan kerja sama antara pemerintah kolonial dan elite lokal. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis film. Analisis dilakukan menggunakan Teori Representasi Stuart Hall, teori kritik sosial Antonio Gramsci, dan teori poskolonial Homi K. Bhabha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korupsi dalam film tidak hanya dilakukan oleh pihak kolonial, tetapi juga melibatkan elite pribumi yang menjadi perantara kekuasaan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami akar sejarah korupsi melalui film sebagai media kritik sosial dan refleksi sejarah.

 

Referensi

Acemoglu, D., Johnson, S., & Robinson, J. A. (2001). The Colonial Origins of Comparative Development: An Empirical Investigation. American Economic Review, 91(5), 1369–1401. https://doi.org/10.1257/aer.91.5.1369

Arifin, F. (2021). Hegemoni Kolonialisme Terhadap Kekuasaan di Nusantara: Strategi Politik Daendels Meruntuhkan Kesultanan Banten Tahun 1808-1811. AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA, 11(1), 1–18. https://doi.org/10.25273/ajsp.v11i1.8000

Auliya, B., Dewi, D. W. C., & Rafiek, M. (2025). KRITIK SOSIAL DALAM FILM BADRUN & LOUNDRI DISUTRADARAI OLEH GARIN NUGROHO. Mantra: Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya), 3(1), 1–13.

Bignell, J. (2004). An introduction to television studies (1. publ). Routledge. https://www.researchgate.net/publication/383942027_An_Introduction_to_Television_Studies

Booth, A. (2007). Colonial legacies: Economic and social development in East and Southeast Asia. University of Hawai’i Press. https://doi.org/10.2307/j.ctt6wr2vx

Choiruzzad, S. A. B. (2021). Indonesia Dijajah Lebih dari 300 Tahun? Memahami Penjajahan Sebagai Proses Transformasi Struktural. Andalas Journal of International Studies (AJIS), 10(1), 66–82. https://doi.org/10.25077/ajis.10.1.66-82.2021

Claudia, A., Azaria, A. P., Nurshaliha, G. A., & Hakim, I. A. (2024). Pengaruh Budaya VOC Menumbuhkan Korupsi di Kalangan Penguasa Indonesia di Era Kolonial. Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 2(2), 123–131. https://doi.org/10.61132/semantik.v2i2.595

Dhohirrobbi, A. (2024). Sejarah VOC di Indonesia: Faktor dan implikasi. Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ), 2(10), 321–329.

Erwantoro, H. (2011). SENSOR FILM DI INDONESIA DAN PERMASALAHANNYA Dalam Perspektif Sejarah (1945 – 2009). Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 3(2), 365–383. https://doi.org/10.30959/patanjala.v3i2.283

Febrianto, D., & Putra, C. R. W. (2020). HEGEMONI KEKUASAAN DALAM NOVEL KOPLAK KARYA OKA RUSMINI: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA. KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 3(2), 204–219. https://doi.org/10.24176/kredo.v3i2.4347

Honings, R., Veer, C. V., & Bel, J. (Eds.). (2021). Cermin Poskolonial: Membaca Kembali Sastra Hindia Belanda. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Lange, M. (2009). Lineages of despotism and development: British colonialism and state power. University of Chicago press.

Lubis, M. (1984). Bangsa Indonesia (Masa Lampau-Masa Kini-Masa Depan) (3rd ed.). PT Inti Idayu Press, Jakarta.

Maharani, N. (2025). REPRESENTASI STRATIFIKASI SOSIAL DALAM FILM ZOETE DROMEN (2023) KARYA ENA SENDIJAREVIC. Multikultura, 4(3), 542–563. https://doi.org/10.7454/multikultura.v4i3.1169

Multatuli. (2019). Max Havelaar (4th ed.). Penerbit NARASI.

Nurbani, T., & Adim, A. K. (2024). REPRESENTASI TOXIC MASCULINITY DALAM FILM THE CROODS MELALUI ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasidan Informasi, 9(3), 730–746. https://doi.org/10.52423/jikuho.v9i3.264

Raharjo, Y. K. (2024). KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAENDELS DI JAWA 1808-181. Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah, 10(1), 8–15. https://doi.org/10.30870/candrasangkala.v10i1.22563

Rosenstone, R. A. (2023). History on Film/Film on History (4th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003377467

Sa’diyah, Z., & Pramujiono, A. (2025). Anarkisme dalam Film “Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas.” JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 8(12), 13462–13469. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i12.9884

Situmorang, S., Purworo, H., Adipurnawidjaja, A. J., & Yuliantri, R. D. A. (2021). MANIS Tapi TRAGIS: Kisah Saidjah-Adinda dalam Max Havelaar. http://repository.uinsa.ac.id/id/eprint/1742/1/Talkin-Kematian-Romantik-Yang-Berulang-Book-UINSA.pdf

Suarta, I. M. (2022). Pengantar bahasa dan sastra Indonesia: Sejarah dan perkembangannya (Cetakan pertama). Pustaka Larasan. https://pbi.unismuh.ac.id/wp-content/uploads/2022/10/E-Book_Pengantar-Bahasa-Sastra-Indonesia.pdf

Transparency International. (2023). Corruption Perceptions Index 2023. https://www.transparency.org/en/cpi/2023

Ulya, F. N. (2025). Progres Penulisan Ulang Sejarah, Fadli Zon: Selesai sejak Agustus, Kini Proses Editing. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2025/11/05/20002181/progres-penulisan-ulang-sejarah-fadli-zon-selesai-sejak-agustus-kini-proses?page=all&utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner

Wellek, R., & Warren, A. (2014). Teori Kesusastraan (5th ed.). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wibowo, A. S., Lufsiana, & Negara, D. S. (2025). Hukum Pidana Perpajakan dan Tindak Pidana Korupsi: Titik Singgung, Perbedaan, dan Implikasi Hukum. Indonesia Emas Group.

Widyawati, M., & Andalas, E. F. (2021). Pribumi di Mata Kolonial dalam Kumpulan Cerpen Teh dan Pengkhianat Karya Iksaka Banu. MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan, 19(2), 112–126. https://doi.org/10.26499/mm.v19i2.3434

Zaki, A., & Muharram, N. N. A. (2024). Analisis Kritik Sosial dalam Novel Max Havelaar Karya Multatuli. Studi Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi, 1(4), 74–80. https://doi.org/10.62383/studi.v1i4.116

Diterbitkan
2026-04-20