Problems in water The Meaning Of The Ngirim Banyu Tradition As Local Wisdom Of The Community In Claket Village, Mojokerto
Tradisi Ngirim Banyu Sebagai Kearifan Lokal Di Desa Claket, Mojokerto
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna tradisi Ngirim Banyu, yang mencerminkan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat Desa Claket. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan informan kunci seperti kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, dan anggota masyarakat, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan interpretasi, sekaligus memastikan validitas data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngirim Banyu melambangkan sistem nilai-nilai kearifan lokal yang terjalin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dari sudut pandang keagamaan, tradisi ini berfungsi sebagai sarana untuk mengekspresikan spiritualitas dengan memandang air sebagai anugerah dari Tuhan. Dari aspek sosial, tradisi ini memperkuat ikatan dan solidaritas masyarakat melalui partisipasi kolektif. Dalam konteks budaya, tradisi ini berfungsi sebagai cara untuk mentransmisikan nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur perilaku masyarakat dari generasi ke generasi. Dari perspektif ekologi, tradisi ini mencerminkan kesadaran bersama dalam melestarikan sumber daya air berdasarkan nilai-nilai budaya. Selain itu, pengelolaan sumber daya air melalui lembaga-lembaga lokal menunjukkan keterkaitan antara aspek sosial, budaya, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi Ngirim Banyu tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga merupakan sistem sosio-budaya yang berkontribusi dalam menjaga hubungan yang seimbang antara manusia, lingkungan, dan struktur sosial masyarakat.
Referensi
Berkes, F. (2018). Sacred Ecology (4th ed.). Routledge.
Berkes, F., Colding, J., & Folke, C. (2000). Rediscovery of Traditional Ecological Knowledge as adaptive management. Ecological Applications, 10(5), 1251–1262. https://doi.org/10.1890/1051-0761(2000)010[1251:ROTEKA]2.0.CO;2
Bloom, R. F. (2004). In memoriam: Milton V. Kline 1923–2004. International Journal of Clinical and Experimental Hypnosis, 52(4). https://doi.org/10.1080/00207140490883
Hadi, S., & Sarjan, M. (2024). Menjaga Sumber Daya Air melalui Pendekatan Kearifan Lokal di Pulau Lombok. Kappa Journal, 8(1), 62–69. https://doi.org/10.29408/kpj.v8i1.25949
Huang, Y. C., Lee, C. M., & Hong, Y. R. (2021). Water supply portfolio planning and policy evaluation under climate change: A case study of central Taiwan. Water (Switzerland), 13(4), 1–21. https://doi.org/10.3390/w13040567
In Memoriam: Milton V. Kline 1923-2004. (2004). International Journal of Clinical and Experimental Hypnosis, 52(4), 333–334. https://doi.org/10.1080/00207140490883905
Kelvin, B. A., & Afa, J. T. (2013). Determination of the Structural Integrity of a Wind Turbine Blade Using Ultrasonic Pulse – Echo Reflectometry. 3(5), 517–525.
Krone, A. (2022). Religion, Animals, and Technology.
Mulyanti, D. (2022). Community Local Awareness Towards Water Resources as A Conservation and Environmental Resources Management. Bina Hukum Lingkungan, 6(3), 410–424.
Niman, E. M., Tapung, M. M., Ntelok, Z. R. E., & Darong, H. C. (2023). Kearifan Lokal Dan Upaya Pelestarian Lingkungan Air: Studi Etnografi Masyarakat Adat Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 13(1), 1–16. https://doi.org/10.17510/paradigma.v13i1.1160
Ostrom, E. (1990). Governing the commons: the evolution of institutions for collective action. Governing the Commons: The Evolution of Institutions for Collective Action, 32(2). https://doi.org/10.2307/3146384
Pakidi, C. S., & Tambaip, B. (2025). Ketahanan Air dan Kearifan Lokal: Studi Kasus Pengelolaan Sumber Daya Air Berbasis Komunitas Adat di Merauke. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 660–676. https://doi.org/10.63822/q8m27758
Ramadani, T. W., Nurhakim, I., & Veriansyah, I. (2024). Analisis Geografi Budaya Ritual Buang Ke Air Sebagai Kearifan Lokal Di Desa Batu Barat Kecamatan Kayong Utara Fakultas Ilmu Pendidikan Dan Pengetahuan Sosial Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Pontianak Latar belakang Indonesia secara geog. 4(3), 237–246.
Son, D. M., Yoon, Y. A., Kwon, H. J., An, C. H., & Lee, S. H. (2021). Automatic detection of mandibular fractures in panoramic radiographs using deep learning. Diagnostics, 11(6), 1–19. https://doi.org/10.3390/diagnostics11060933
Syamsuddini, M. N., Soleh, A. K., & Barizi, A. (2025). Selametan Sumber Air: Ritual Tradisional dan Kearifan Lokal Muslim di Perbukitan Watu Lumbung, Pasuruan. Jurnal Ilmiah Gema Perencana, 4(2), 803–816. https://doi.org/10.61860/jigp.v4i2.240
Venkatesan, A., Begay, D., Burgasser, A. J., Hawkins, I., Kimura, K., Maryboy, N., & Peticolas, L. (2019). Towards inclusive practices with indigenous knowledge. Nature Astronomy, 3(12), 1035–1037. https://doi.org/10.1038/s41550-019-0953-2
Weningtyas, A., & Widuri, E. (2022a). Pengelolaan_Sumber_Daya_Air_Berbasis_Kearifan_Loka. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi, 129–144.
Weningtyas, A., & Widuri, E. (2022b). Pengelolaan Sumber Daya Air Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Modal Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi, 5(1), 129–144. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v5i1.6074
Widjoyo, E. C. K., Zildzan, A. R., Haqqani, A. R., Aulia, O. E. A., Fariz, T. R., & Heriyanti, A. P. (2024). Bentuk Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Air Di. 643–652.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##Seuneubok Lada: Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan © 2025 licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International





1.png)
.png)