REKONSTRUKSI RONGGENG MELAYU DI SUMATERA UTARA (1992-2016)
Abstrak
Kesenian Ronggeng Melayu salah satu kesenian melayu yang ada di Tanah Deli. Ronggeng Melayu berkembang pada masa Kesultanan Deli dan Kesultanan Serdang, Seiring perkembangan zaman kesenian ini semakin tidak banyak dikenal oleh masyarakat. Bahkan kesenian Ronggeng Melayu dianggap mati suri. Pada tahun 2016-2017 para seniman Ronggeng Melayu berupaya untuk merekonstruksi kesenian Ronggeng Melayu Di Medan. Para seniman yang tergabung dalam Kumpulan Pak Pong merekonstruksi kesenian Ronggeng Melayu Di Medan pada tahun 2017.
Referensi
Helius Sjamsuddin.2016.Metodologi Sejarah.Yogyakarta:Ombak.
Muhammad Takari dan Muhammad Fadlin.2014.Ronggeng Melayu dam Serampang Dua Belas: Dalam Kajian Ilmu Seni.Medan:USU Perss.
………………2016.Ronggeng Melayu Sumatera Utara.Medan:USU.
………………1998.”Ronggeng Melayu Sumatera Utara: Sejarah, Fungsi, dan Strukturnya”. Tesis. Universitas Gadjah Mada.
Ratna.2006.”Perubahan Kesenian Di Kota Medan : Studi Tentang Ronggeng dan Jaran Kepang”, Makalah Konferensi Nasional Sejarah VIII.Jakarta. 14-17 November 2006.
Dr. Panji Suroso, M.Si (45 Tahun) (Wawancara Pada Hari Selasa Tanggal 24 Desember 2019 di Helvetia Medan).
Syahrial Pelani (Mak Yal) (60 Tahun) (Wawancara pada Hari Jumat tanggal 3 Januari 2020 di Taman Budaya Sumatera Utara Medan).
Iwan Amry (55 Tahun) (Wawancara pada hari Senin tanggal 13 Januari 2020 di Taman Budaya).
H. Munir Nasution,S.H (56 Tahun) (wawancara pada hari Jumat tanggal 18 Januari 2020 pukul 16.00 Wib, di Taman Budaya Sumatera Utara).
Roy Irawan (35 Tahun) (wawancara pada hari Jumat tanggal 18 Januari 2020 pukul 16.00 Wib, di Taman Budaya Sumatera Utara).





1.png)
.png)