ANALISIS PRAGMATIK TERHADAP DEIKSIS ORANG, PENUNJUK, DAN WACANA PADA CERPEN “JEJAK DI ATAS PASIR” KARYA SOLACE

  • Angriza sihite Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Martua Reynhat Sitanggang Gusar Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Anjelina Sianturi Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Nurhayani Hasugian Universitas HKBP Nommensen Medan
Keywords: Kata Kunci: pragmatik, deiksis orang, deiksis penunjuk, deiksis wacana.

Abstract

Penelitian ini mengupas pemanfaatan deiksis orang, deiksis penunjuk, serta deiksis wacana pada cerita pendek “Jejak dalam Pasir” karya Solace dari perspektif pragmatik. Deiksis adalah elemen bahasa yang maknanya dipengaruhi oleh konteks percakapan, sehingga pemahaman terhadapnya tidak bisa terpisah dari situasi komunikasi. Dalam penelitian ini, metode yang diterapkan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah kata, frasa, dan kalimat yang mengandung elemen deiksis dalam cerita tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca secara mendalam dan mencatat, sedangkan analisis mencakup tahap penyusutan data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa dalam cerita “Jejak di Atas Pasir” terdapat penggunaan deiksis orang yang terdiri dari persona pertama dan ketiga, deiksis penunjuk yang diungkapkan melalui kata ini dan itu, serta deiksis wacana yang meliputi anafora dan katafora. Pemanfaatan deiksis tersebut memiliki tujuan untuk menjelaskan rujukan karakter, memperkuat kesatuan wacana, serta membantu pembaca dalam memahami alur serta makna cerita dalam konteksnya. Dengan demikian, analisis deiksis dalam cerita pendek ini menunjukkan bahwa penggunaan elemen pragmatik memainkan peran penting dalam menciptakan koherensi dan makna dalam wacana sastra.

Published
2026-02-28