Intervensi Gizi Darurat Melalui Distribusi Makanan Bergizi Pada Masyarakat Korban Banjir di Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang

  • Lilis Nurjanah Jurusan Ilmu Perikanan, Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Shadiqa Malahayati Jurusan Ilmu Perikanan, Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Devita Aristya Sri Widya Jurusan Ilmu Perikanan, Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Febby Hadi Setyawan Jurusan Ilmu Perikanan, Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Nur Halimatuz Zuhra Jurusan Ilmu Pertanian, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Dian Novira Rizva Jurusan Ilmu Pertanian, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Siti Munawaroh Jurusan Ilmu Pertanian, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Raihan Dary Jurusan Ilmu Pertanian, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Putra Fisabilillah Lubis Jurusan Ilmu Pertanian, Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Dian Permata Sari Br Surbakti Jurusan Ilmu Pertanian, Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
Kata Kunci: Banjir; Aceh Tamiang; Makanan Bergizi.

Abstrak

Banjir yang melanda Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang berdampak signifikan terhadap kondisi sosial, kesehatan, dan ketahanan pangan masyarakat. Pasca banjir, keterbatasan akses terhadap bahan pangan bergizi menyebabkan kelompok rentan, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan lansia, berisiko mengalami gangguan kesehatan dan penurunan status gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan intervensi gizi darurat melalui distribusi makanan bergizi kepada masyarakat korban banjir sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi dasar dan pencegahan masalah kesehatan pascabencana. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi lokasi dan kelompok sasaran, analisis kebutuhan gizi darurat, pendistribusian paket makanan bergizi dan sesuai kondisi darurat, serta edukasi singkat terkait pentingnya asupan gizi seimbang selama masa pemulihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi gizi darurat membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan bergizi dan memberikan dukungan awal bagi pemulihan kesehatan kelompok terdampak. Program ini diharapkan dapat menjadi model intervensi gizi sederhana dan aplikatif dalam penanganan bencana banjir di wilayah rawan bencana.

Referensi

Anggara, B., Idris, A., & Hasanah, N. (2019). Penanganan Banjir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Berau. Jurnal Ilmu Pemerintah, 7(2), 879-90.
Taryana, A., El Mahmudi, M. R., & Bekti, H. (2022). Analisis kesiapsiagaan bencana banjir di Jakarta. JANE-Jurnal Administrasi Negara, 13(2), 302-311.
Nadeak, A., A. P. Nugraha, J. Marbun, H. Siregar & Berlianti. (2024). Analisis penyebab dan dampak banjir (studi kasus: Jalan Abdul Hakim, Kelurahan Tanjung Sari, Kota Medan). Triwikrama : Jurnal Ilmu sosial, 5(7), 1-5.
Yanti, S. S., Gajah, G. K., & Marniati. (2025). Kekurangan energi protein pada balita usia 1–3 tahun: literature review. Journal of Literature Review. https://doi.org/10.63822/3kh9d702
Diterbitkan
2025-12-23