Transpot (Tanaman Sayuran Dalam Pot) Solusi Optimalisasi Pekaranhan Sempit Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Keluarga

Transpot (Tanaman Sayuran dalam Pot) Solusi Optimalisasi Pekaranhan Sempit Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Keluarga

  • Cut Gustiana Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Kota Langsa, Aceh, Indonesia
  • Dyah Ayu Ardiyanti Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Samudra, Kota Langsa, Aceh, Indonesia
  • Silvia Anzitha Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Kota Langsa, Aceh, Indonesia
  • Thursina Mahyuddin Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Kota Langsa, Aceh, Indonesia

Abstrak

Budidaya TRANSPOT merupakan budidaya tanaman sayuran dalam pot, dimana karena memiliki beberapa kelebihan di antaranya pemanfaatan lahan pekarangan atau halaman yang sempit, berfungsi sebagai penyedian tanaman sayuran, mudah dipindah-pindah tanpa merusak tanaman dan dapat diatur masa panennya. TRANSPOT (Tanaman Sayuran Dalam Pot) merupakan salah satu solusi mengoptimalkan pekarangan sempit untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga dilakukan di gampong baroh Langsa Lama yang terletak di kecamatan Langsa Lama. Mitra pengabdian adalah ibu-ibu rumah tangga di Desa/Gampong Baroh Langsa Lama. Salah satu permasalahan mitra adalah minimnya bekal keterampilan dan pengetahuan mitra dalam pemanfaatan pekarangan rumah. Dengan membekali mitra dengan keterampilan memanfaatkan pekarangan rumah, akan dapat mendatangkan menguntungkan selain memenuhi kebutuhan pangan keluarga juga mampu menambah pendapatan keluarga. Penanaman tanaman sayuran dalam pot yang berkelanjutan meliputi pemanfaatan pekarangan sempit menjadi TRANSPOT yang kreatif dan inovatif seperti, tabu lampot sayuran, tabu lampot buah-buahan, dan inovasi lingkungan hijau. Kegiatan pelaksanaan menanam sayuran dengan media pot ini memberikan dampak positif terhadap ketersedian pangan mandiri bagi setiap keluarga, selain itu kegiatan ini juga dapat menjadi sumber pemasukan ekonomi keluarga dan membantu pemerintah dalam menyediakan sumber pangan sehat bagi masyarakat. Tanaman sayuran dalam pot diharapkan dapat menjadi solusi peningkatan perekonomian masyarakat.

Referensi

Ismet, M. 2007. Tantangan Mewujudkan Kebijakan Pangan yang Kuat. Pangan XVI(48):3-9. Badan Urusan Logistik. Jakarta.
Lantarsih, Retno et.al, 2011. Sistem Ketahanan Pangan Nasional : Kontribusi Ketersediaan Dan Konsumsi Energi Serta Optimalisasi Distribusi Beras. Jurnal Analisis Kebijakan Pangan. Vol 9 No 1 : 33-51.
Suryana, A. 2005. Kebijakan Ketahanan Pangan Nasional. Makalah disampaikan pada Simposium Nasional: Ketahanan dan Keamanan Pangan pada Era Otonomi dan Globalisasi, Bogor 22 November 2005.
Lantarsih, Retno et.al, 2011. Sistem Ketahanan Pangan Nasional : Kontribusi Ketersediaan Dan Konsumsi Energi Serta Optimalisasi Distribusi Beras. Jurnal Analisis Kebijakan Pangan. Vol 9 No 1 : 33-51.
Kementan RI. 2012. Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Kementerian Pertanian SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu).
Diterbitkan
2023-02-02