Studi Toksikologi: Mikroplastik pada Organisme Perairan dan Resiko terhadap Kesehatan Manusia di Indonesia

Toxicology Study: Microplastics in Aquatic Organisms and Risks to Human Health in Indonesia

  • Cut Hadisti Arhafna Universitas Syiah Kuala
  • Nana Fadhliana Universitas Syiah Kuala
  • Firdus Firdus Universitas Syiah Kuala
  • Alia Rizki Universitas Syiah Kuala
  • Muhammad Nasir Universitas Syiah Kuala
Keywords: Kesehatan manusia, mikroplastik, organisme perairan, pencemaran lingkungan

Abstract

Mikroplastik kini menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang krusial di Indonesia, dengan dampak yang signifikan terhadap ekosistem perairan serta dampak serius bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan mikroplastik pada organisme akuatik di perairan Indonesia serta mengevaluasi potensi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur terhadap jurnal-jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam rentang waktu 2015 hingga 2024, dengan sumber data berasal dari Google Scholar. Berdasarkan hasil kajian, mikroplastik terdeteksi di berbagai wilayah perairan, dengan identifikasi sebanyak 17 organisme dari tiga filum moluska dan 14 organisme dari filum chordata, di mana sebagian besar berasal dari spesies ikan lainnya yang paling banyak menunjukkan indikasi keberadaan mikroplastik. Keberadaan mikroplastik memiliki potensi untuk masuk ke dalam rantai makanan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada manusia, seperti masalah sistem pencernaan, gangguan fungsi hati, serta peningkatan risiko terkena kanker. Temuan ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman tentang pencemaran mikroplastik di perairan Indonesia dan menyoroti urgensi penerapan langkah-langkah mitigasi guna menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan akuatik.

Author Biographies

Cut Hadisti Arhafna, Universitas Syiah Kuala

Departemen Biologi, Program Studi Magister Biologi, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, 23111, Indonesia

Nana Fadhliana, Universitas Syiah Kuala

Departemen Biologi, Program Studi Magister Biologi, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, 23111, Indonesia

Firdus Firdus, Universitas Syiah Kuala

Departemen Biologi, Program Studi Magister Biologi, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, 23111, Indonesia
Pusat Riset Lingkungan Hidup, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, 23111, Indonesia

Alia Rizki, Universitas Syiah Kuala

Departemen Biologi, Program Studi Magister Biologi, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, 23111, Indonesia

Muhammad Nasir, Universitas Syiah Kuala

Departemen Biologi, Program Studi Magister Biologi, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, 23111, Indonesia
Pusat Riset Lingkungan Hidup, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, 23111, Indonesia

Published
2025-05-26