Efektivitas Pemberian ZPT Bawang Merah (Allium Cepa L.) terhadap Subkultur Tanaman Pisang Barangan (Musa Acuminata L.) secara In Vitro

Effectiveness of Giving Red Onion (Allium Cepa L.) PGR to Banana (Musa Acuminata L.) Subculture In Vitro

  • Julaiha Julaiha Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
  • Samsul Kamal Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
  • Lina Rahmawati Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
  • Zuraidah Zuraidah Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
  • Eriawati Eriawati Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
  • Kurnia Sari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh
Keywords: Allium cepa L., in vitro, Musa acuminata L., subkultur, zat pengatur tumbuh

Abstract

Perbanyakan tanaman umumnya dilakukan secara generatif melalui biji, atau secara vegetatif melalui bagian tanaman. Namun, banyak tanaman yang sulit diperbanyak secara generatif, sehingga populasinya terus berkurang. Subkultur menjadi salah satu cara perbanyakan tanaman dalam kultur jaringan dengan pemindahan planlet yang masih sangat kecil (planlet muda) dari medium lama ke medium baru secara aseptic. Bawang merah (Allium cepa L.) salah satu zat pengatur tumbuh  alternatif yang di tambahkan pada media tanam kultur jaringan pisang barangan  (Musa acuminata L.) yang dapat memberikan pertumbuhan dan morfogenesis yang lebih baik bagi planlet tanaman. Tujuan penelitian untuk mengkaji pertumbuhan pisang barangan dengan pemberian larutan bawang merah dan konsentrasi yang baik pada pertumbuhan pisang barangan.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang di peroleh dari hasil penelitian ini menggunakan uji anava. Hasil uji F pada analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian larutan bawang merah pada pisang barangan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah akar umur 28 dan 84 hari setalah tanam (HST). Pemberian larutan bawang merah memberikan pengaruh nyata pada jumlah akar pada konsentrasi BP4 (MS + larutan bawang merah (5 ml/l).

Author Biographies

Julaiha Julaiha, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh

Jurusan Biologi, FTK, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
Jl. Syeikh Abdur Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh, 23111, Indonesia

Samsul Kamal, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh

Jurusan Biologi, FTK, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
Jl. Syeikh Abdur Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh, 23111, Indonesia

Lina Rahmawati, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh

Jurusan Biologi, FTK, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
Jl. Syeikh Abdur Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh, 23111, Indonesia

Zuraidah Zuraidah, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh

Jurusan Biologi, FTK, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
Jl. Syeikh Abdur Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh, 23111, Indonesia

Eriawati Eriawati, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh

Jurusan Biologi, FTK, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
Jl. Syeikh Abdur Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh, 23111, Indonesia

Kurnia Sari, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh

Laboratorium Kultur Jaringan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh
Jl. Panglima Nyak Makam No. 24, Banda Aceh, Aceh, 24415, Indonesia

Published
2025-05-26