Keanekaragaman Burung Frugivora di Kawasan Jaboi Kecamatan Sukajaya Kota Sabang

Diversity of Frugivorous Birds in the Jaboi Area Sukajaya District Sabang City

  • Ayu Wulandari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Samsul Kamal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Rizky Ahadi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Zuraidah Zuraidah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Elita Agustina Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Keywords: Frugivora, Jaboi, keanekaragaman burung, Sabang

Abstract

Keanekaragaman burung frugivora di kawasan Jaboi, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, belum terdokumentasi secara spesifik, meskipun kawasan ini memiliki variasi habitat yang berpotensi mendukung keberadaan burung pemakan buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas, komposisi spesies, dan tingkat keanekaragaman burung frugivora di kawasan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 dengan menggunakan kombinasi metode titik hitung (point count) dan garis transek (line transect). Pengambilan data dilakukan pada enam titik pengamatan yang mewakili tiga tipe habitat, yaitu hutan, pemukiman, dan pesisir. Setiap titik diamati selama 20 menit dengan radius pengamatan sekitar 500 m. Identifikasi burung dilakukan secara langsung di lapangan berdasarkan ciri morfologi dan suara, didukung dokumentasi foto, serta diverifikasi menggunakan buku Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Data dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon–Wiener (H'). Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 10 spesies burung frugivora dari 6 famili dengan total 87 individu. Famili Sturnidae dan Pycnonotidae merupakan famili dominan dengan persentase masing-masing 30%. Nilai indeks keanekaragaman (H' = 1,9225) tergolong sedang, menunjukkan heterogenitas habitat dan dominasi spesies generalis yang mampu beradaptasi terhadap lingkungan semi-urban dan pesisir. Hasil ini menegaskan bahwa kawasan Jaboi masih mendukung keberadaan burung frugivora dan berpotensi menjadi indikator stabilitas ekosistem setempat.

Author Biographies

Ayu Wulandari, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Program Studi Pendidikan Biologi, FTK, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
Jl. Syeikh Abdur Rauf, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111, Indonesia

Samsul Kamal, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Program Studi Pendidikan Biologi, FTK, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
Jl. Syeikh Abdur Rauf, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111, Indonesia

Rizky Ahadi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Program Studi Pendidikan Biologi, FTK, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
Jl. Syeikh Abdur Rauf, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111, Indonesia

Zuraidah Zuraidah, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Program Studi Pendidikan Biologi, FTK, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
Jl. Syeikh Abdur Rauf, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111, Indonesia

Elita Agustina, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Program Studi Pendidikan Biologi, FTK, Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
Jl. Syeikh Abdur Rauf, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111, Indonesia

Published
2026-01-09