PEMANFAATAN TEKNOLOGI MEDAN PULSA LISTRIK TEGANGAN TINGGI PADA PROSES PENGOLAHAN SUSU SEGAR
Abstrak
Susu adalah salah satu bahan pangan dengan kandungan gizi tinggi, tetapi juga mudah rusak dan rentan terkontaminasi mikroorganisme berbahaya. Selama proses pemerahan, susu dapat tercemar oleh mikroorganisme dari hewan ternak, lingkungan kandang, peralatan, dan proses penyimpanan. Jika tidak ditangani dengan baik, jumlah mikroorganisme dapat meningkat dan memengaruhi kualitas serta keamanan susu. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah elektroporasi, sebuah metode yang memanfaatkan pembangkit listrik tegangan tinggi untuk menghasilkan medan listrik kuat. Medan listrik ini bekerja dengan membuka pori-pori pada membran sel mikroorganisme secara sementara, sehingga mikroorganisme dapat dikendalikan atau dihilangkan tanpa merusak kandungan nutrisi susu.Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas elektroporasi dalam mengurangi jumlah mikroorganisme pada susu segar. Hasilnya menunjukkan bahwa metode ini mampu menurunkan total mikroba hingga dari <1x106 cfu/ml menjadi 30x104 cfu/ml. Selain itu, elektroporasi terbukti mempertahankan kandungan gizi seperti protein dan lemak, sekaligus lebih hemat energi dibandingkan metode pasteurisasi konvensional yang menggunakan panas. Kualitas bahan baku susu menjadi faktor utama keberhasilan penerapan teknologi pasteurisasi susu metode medan pulsa listrik tegangan tinggi. Metode yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroba adalah Total Plate Count (TPC) sesuai SNI 3141.1.2011. Teknologi ini berpotensi menjadi solusi inovatif dalam pengolahan susu, karena dapat meningkatkan keamanan dan kualitas tanpa mengorbankan efisiensi energi.
Referensi
[2] Lampert, M L. 1980. Modern Dairy Product. New York: New York Publishing , Co. Inc.
[3] Buckle, K. A., R A Edwards G H Fleet dan M Wooton. 2009. Ilmu Pangan. Terjemahan Hari Purnomo dan Adiono. Jakarta: UI Press
[4] Muchtadi, T R dan Sugiyono. 1992. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
[5] Barashkov. 2010, Electrochemical Chlorine Free AC Disinfectionof Water Contaminated with Salmonella Typhimurium Bacteria’, Journal of Electrochemical vol 46, no. 3, pp. 578 – 586.
[6] Setiabudi, 2010, Pengaruh Gradien Medan Listrik Terhadap Kecepatan SelTelur Ikan pada Proses Dielektroforesis, Prosiding Fisika Berkala, vol. 7, hlm. 323-327.
[7] Jay, M 1996, Modern Food Microbiology, 4th edn, International Thomson Publishing, Melbourne, pp. 469 - 471.
[8] Barbosa. Canovas,G.B Pothakamury,E. Palau and B.G. Swanson, 1997. Non Thermal Preservation Of Food. Marcel dekker : New York.
[9] Fahril, M. A., & Naziah, A. (2023). Pembuatan Alat Pembangkit Listrik Tegangan Tinggi Dengan Metode Flyback Transformator (Fbt) Dengan Menggunakan Pengaturan Jarak Bola (Sphere Gap). Jurnal Hadron, 5(2), 34-40.
[10] Zimmermann U. 1986. Electrical breakdown, electropermeabilization and electrofusion. Rev Physiol Biochem Pharmacol. 105:175-256
[11] Castro AJ, Barbosa-Cánovas GV dan Swanson BG. 1993. Microbial inactivation of foods by pulsed electric fields. J Food Proc Pr. 17:47-73.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##