PENGARUH WAKTU PENGENDAPAN AIR BAKU BAK PRASEDIMENTASI DI IPA TIRTA KEUMUENENG PDAM KOTA LANGSA
Abstrak
Telah dilaksanakan penelitian di PDAM Tirta Keumeng Langsa dengan judul pengaruh waktu pengendapan air baku bak prasedimentasi Di IPA Tirta Keumeuneng PDAM Kota Langsa yang bertujuan untuk mengetahui waktu pengendapan air baku yang baik pada bak prsedimentasi serta mengetahui pengaruh kekeruhan air dan TDS terhadap waktu pengendapan air baku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi lapangan yang meliputi pengamatan, peninjauan dan mempelajari secara langsung bagaimana pengaruh waktu pengendapan air baku dengan waktu yang berbeda yaitu pada waktu 0, 5, 35 – 125 menit. Proses pengendapan diambil dari intake untuk mengambil air dari sungai sebagai air baku yang dibutuhkan dan diangkut oleh pompa ke tempat prasidementasi. Dari penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan bahwa pengaruh waktu pengendapan terhadap kekeruhan dan TDS air baku mengalami penurunan. Karena kualitas air baku semakin lama waktu pengendapan maka kekeruhan air baku semakin baik yaitu saat waktu 120 menit dengan tingkat kekeruhan sebesar 13,9 dengan TDS sebesar 90 Mg/L. Berdasarkan baku mutu dan standar air minum PERMENKES No.492/Men.KES/PER/IV/2010 tingkat kekeruhan dan TDS air baku diperbolehkan maksimal 5 NTU dengan TDS yaitu 500 Mg/L. Oleh karena itu pengamatan ini diperlukan pengolahan lebih lanjut untuk layak digunakan.
Referensi
[2] N. F. Arifiani dan M. Hadiwidodo, “Evaluasi Desain Instalasi Pengolahan Air Pdam Ibu Kota Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten,” J. Presipitasi, vol. 3, no. 2, hal. 78–85, 2007, doi: 10.14710/presipitasi.v3i2.78-85.
[3] D. B. Rejo, K. T. Seberang, dan T. S. Sub-district, “Analisa Tingkat Pencemaran Air pada Sumur Gali Analysis of Water Pollution Level in Dug Well RT 15 , Bangun Rejo Village ,” vol. 15, no. 02, hal. 31–36, 2019.
[4] R. P. Wirman, I. Wardhana, dan V. A. Isnaini, “Kajian Tingkat Akurasi Sensor pada Rancang Bangun Alat Ukur Total Dissolved Solids (TDS) dan Tingkat Kekeruhan Air,” J. Fis., vol. 9, no. 1, hal. 37–46, 2019, doi: 10.15294/jf.v9i1.17056.
[5] F. Majid, “Pasir, Zeolit dan Arang Aktif Sebagai Media Filtrasi untuk Menurunkan Kekeruhan, TDS dan E-Coli Air Selokan Mataram Yogyakarta,” Kesehat. Lingkung., hal. 15–41, 2019, [Daring]. Tersedia pada: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/877.
[6] B. Yuniarti, “PENGUKURAN TINGKAT KEKERUHAN AIR MENGGUNAKAN TURBIDIMETER BERDASARKAN PRINSIP HAMBURAN CAHAYA,” Skripsi, vol. 3, no. September, 2007.
[7] F. Nicola, “HUBUNGAN ANTARA KONDUKTIVITAS, TDS (Total Dissolved Solid),” Skripsi, hal. 1–61, 2015, [Daring]. Tersedia pada: http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/73766/prosiding-snk2015-hal-isi-159-164_MIPA.pdf?sequence=2.
[8] M. Pandu dan J. Ampera, “Penurunan Kekeruhan Air Baku Ipa Badak Singa Dengan Penggunaan Koagulan Pac Dan Plat Alumunium Pada Proses Koagulasi- Elektrokoagulasi Dengan Penggunaan Koagulan Pac Dan Plat Alumunium Pada Proses Koagulasi-,” 2018.
[9] Rinawati, D. Hidayat, R. Suprianto, dan P. Dewi, “Penentuan Kandungan Zat Padat ( Total Dissolve Solid Dan Total Suspended Solid ) Di Perairan Teluk Lampung,” Anal. Environ. Chem., vol. 1, no. 01, hal. 36–45, 2016, [Daring]. Tersedia pada: http://repository.lppm.unila.ac.id/2831/1/Volume 1_Hal 36-45-Rina.pdf.