PERANAN TEUNGKU CHIK DI WAIDO ULAMA AHLI MEUGOE

Kajian Historis, Edukasi, Pertanian dan Konstribusinya pada Masyarakat Pidie Kekinian

  • Usman Usman Universitas Samudra
  • Hanafiah Hanafiah Universitas Samudra

Abstract

Teungku Chik Waido alias Chik di Pasi sangat dikagumi dan dikeramatkan sebagai “Ulama Waliyullah ahli Meugoe”. (namanya Abdussalam bin Teungku Chik Burhanuddin) lahir di Gigieng, Kabupaten Pidie pada empat abad yang lampau zaman sultan Iskandar Muda. Semua hasil karya besar Chik di Waido menjadi sumber motivasi masyarakat Kabupaten Pidie pada saat kekinian di bidang edukasi keagamaan serta irigasi pertanian. Bahkan Pusara atau Makam Chik Waido di Pasi Ie Leubeue dikeramatkan untuk bernazar pada setiap hari Senin dan Kamis. Beberapa permasalahan yaitu; (1) Bagaimana aktivitas awal Teungku Chik Waido alias Chik di Pasi di bidang edukasi dan pengembangan agama Islam?, (2) Bagaimana peranan dan konstribusi Chik Waido dalam pemberdayaan sosial budaya di bidang irigasi pertanian (meugoe)?, dan (3) Bagaimana pengaruh hubungan antara Kharisma Chik Waido dengan sumber motivasi masyarakat?.

Penelitian ini untuk mengkaji karya besar Chik Waido alias Cihik di Pasi walaupun hidup 400 tahun yang lampau. Namun aset-asetnya menjadi konstribusi terhadap masyarakat Kabupaten Pidie sampai saat ini. Kajian komponenya yaitu  (1) aktivitas awal Teungku Chik Waido alias Chik di Pasi bidang edukasi dan pengembangan agama Islam, (2) peranan dan konstribusi Chik Waido dalam pemberdayaan sosial budaya bidang irigasi pertanian (meugoe) dan (3) pengaruh hubungan antara Kharisma Chik Waido dengan sumber motivasi masyarakat.

Penelitian ini menggunakan metoda analisis historis dan studi dokumen sebagai sumber data berupa catatan, buku, prasasti dan peninggalan sejarah melalui studi kepustakaan atau dokumentasi dan penelitian melalui teknik mewawancara. Ada tiga tahapan analisis data; (1) reduksi data yaitu proses seleksi, penyederhaaan, abstraksi dari catatan pelaksanaan penelitian, (2) sajian data yaitu kegiatan diperoleh dalam bentuk cerita yang sistematis dan mudah dipahami dan (3) penarikan simpulan dari analisis sesuai dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan.

Hasil Penelitian menemukan segala aktivitas/karya besar Chik Waido alias Chik di Pasi berhasil merubah pola hidup masyarakat Pidie. Di bidang edukasi membuka Dayang Manyang dan Jamboe Kaleuet wadah pengajaran dan pendalaman ajaran Islam serta pusat-pusat peribadatan di Rumpong, Paleue dan Tungoe. Bidang irigasi, air mengalir ke sawah-sawah seluas 13.444 ha dan 232 desa di wilayah hukum Kabupaten Pidie. Semua asetnya dipergunakan sumber motivasi bagi masyarakat Kabupaten Pidie kekinian. Selain irigasi juga makam warisannya sarana melepaskan nazar dan air guci menjadi obat penawar untuk penyembuhan segala penyakit.

Berdasarkan hasil penelitian, diajukan beberapa saran. Pertama diharapkan kepada pemerintah Kabupaten Pidie dan para Camat; aset-aset Chik Waido alias Chik di Pasi, perlu dipugar menjadi sumber objek sejarah. Kedua diharapkan kepada para Camat, Imeum Mukim dan Keujreun Blang sebagai pengelola Leueng Bintang, seyogianya menjadi sumber mata air strategis dalam pemberdaan aktivitas persawahan dari proyek Leueng Bintang

References

Abdul Kadir, Mansur Amin, 1988. Kelompok Elit dan Hubungan Sosial di pedesaan. Jakarta: PT. Pustaka Grafika Kita
Alfian, (ed), 1977. Segi-Segi Sosial Budaya Masyarakat Aceh. Jakarta: LP-3 ES.
Baroroh, Umi, 2005. Jurnal PendidikanAgama lslam. Pelembagaan Tradisi Membaca AlQur'an Masyarakat Mlangi. Vol. ll, No. 2, 2005
Fuad Hasan, (1995), Kamus Besar Bahasa Inndonesia. Jakarta: Depdikbud
Hasjmy, A, 1975. Meurah Johan Sultan Aceh Pertama. Jakarta: CV. Bulan Bintang.
-------------, 1978. Bunga Rampai Revolusi Dari Tanah Aceh. CV. Bulan Bintang.
Ibrahim Alfian, T, 1972. Wajah Rakyat Aceh dalam Lintas Sejarah. Kutaraja: Panitia Seminar Pekan Kebudayaan Aceh II.
Ibrahim, Usman, 2014: Kemukiman Tungoe dan Sekitarnya Zona Civilazation, Historis-Culture of Teungku Chik di Pasi in Waido. Langsa: Unsam.
Irawan Soehartoono, Dr., (1995), Metode penelitian Sosial Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Louis Gottschalk, (1975), Mengerti Sejarah Pengantar Metode Sejarah, Jakarta: UI.
Penda TK-II Pidie, 2009. Profil Kabupaten Pidie. Sigli: Pemda Pidie.
Puji Hartati, Marzuki, Deni Ratna Sari, Yunianna Hsb, Nurlita, Thia Handa, 2015. Laporan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Unsyiah di Gampong Waido-Simpang Tiga. Darussalam: Bapel-Unsyiah.
Saleh Bukhari, Saleh, Muh, 1980/1981. Teungku Chik Di Pasi Di Waido Agri – Culture Hero. Banda Aceh: LP-3 ES.
Snouck Hurgronje, C, 1906. The Achenese. Jilid 1 dan 2, E.J. Erill, Leiden.
Sulaiman, Isa. 1987. Kepemimpinan Keujruen Blang Dalam Pengoperasian Neulhop: Kasus Ineng Trueng Campli, Kabupaten Pidie. Sinar Darussalam. No. 166/167. Banda Aceh: YPD Unsyiah – IAIN Ar-Raniry.
Sumadi Suryabrata, B.A.,M.A.,Ed.S.,Ph.D., Metodologi Penelitian. Surabaya: PT.Raja Grafindo Persada.
Syarbeni, 2014. Pidie Dalam Angka. Sigli: Badan Pusat Statistik Kabupaten Pidie.
Zainuddin, H.M, 1961. Tarich Atjeh dan Nusantara. Medan: Pustaka Iskandar Muda
Published
2019-06-10
How to Cite
Usman, U., & Hanafiah, H. (2019). PERANAN TEUNGKU CHIK DI WAIDO ULAMA AHLI MEUGOE. SEUNEUBOK LADA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya Dan Pendidikan, 6(1), 1-10. Retrieved from https://ejurnalunsam.id/index.php/jsnbl/article/view/1189