GEDONG PASAI ACEH UTARA PUSAT EKSKAVASI

Kajian Sejarah dan Makam Sultan-Sultan di Samudra Abad ke-13 dan 14 M

  • Usman Usman Universitas Samudra
  • Bachtiar Akob Universitas Samudra

Abstract

Samudra Pasai sekarang ini lokasi ekskavasi para sultan tempo dulu, yang pada awal abad ke-13 M diperintah oleh Sultan Malik as-Saleh, kemudian diganti oleh putranya; Malik az-Zahir sampai Ratu Nahrisyah (isteri sultan Zainal Abidin). Sebagai wilayah strategis, Pasai menerima pengaruh kebudayaan Islam dan menjadi pusat pengembangan Islam di Asia Tenggara sampai abad ke-15 M. Malik as-Saleh sultan pertama, mangkat bulan Ramadhan 676 H/ 1297 M. Makam Malik as-Saleh dan az-Zahir, berdampingan di Desa Beringin Gedung Pasai. Kedua batu nisan beliau dihiasi kaligrafi huruf Arab yang indah. Sedang makam Nahrisyah, juga berdampingan dengan makam suaminya; Sultan Zainal Abidin dalam komplek Desa Kuta Kreung, Kecamatan Samudra merupakan zaman kemajuan Islam Kerajaan Samudra Pasai pada abad ke-15 M. Makamnya terbuat dari batu pualam (marmar) yang merupakan simbol kemegahan dinasti Samudra Pasai waktu itu, yang telah memerintah selama 151 tahun, sejak Sultan Malik as-Saleh tahun 1261 sampai cucunya Ratu Nahrisyah tahun 1412 M. Perihal perumusan penelitian ini; (1) bagaiamana awal masuk dan perkembangan Islam di Samudra Pasai dan sekitarnya?; (2) bagaimana bentuk dan motif makam Sultan Malik as-Saleh dan Malik az-Zahir?; dan (3) bagaimana bentuk artektur dan motif makam Ratu Nahrisyah pada abad ke-13 dan 15 Masehi?.

Kajian penelitian ini bahwa Samudra Pasai pusat pengembangan Islam di Asia Tenggara, penyelidikan sumber ekskavasi para sultan dan Ratu sebagai warisan objek sejarah, walaupun sudah berusia 700 tahun yang lampau, tapi bermanfaat sebagai sumber kepurbakalaan saat sekarang ini. Juga sumber informasi/bahan kajian para sejarawan baik dalam maupun luar negeri sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sejarah, yang dapat memberi konstribusi di bidang agama dan sosial historis bagi generasi berikutnya.

Metode penelitian yaitu analisis historis, ekskavasi  dan studi dokumen sebagai sumber data informasi secara sistematis, kritis dan sintesis dari hasil-hasil yang dicapai dalam bentuk tertulis; dengan melalui studi kepustakaan atau dokumentasi dan observasi melalui teknik mewawancara (Dudung, 1999: 43). Prosedur penelitian ini menggunakan langkah-langkah yakni Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Ada tiga tahapan analisis data; (1) reduksi data yaitu proses penyederhaaan, (2) sajian data yaitu kegiatan dalam bentuk cerita yang sistematis dan (3) penarikan simpulan dari analisis sesuai dengan rumusan masalah yaitu berusaha merekonstruksikan perkembangan Gedong Pasai Aceh Utara pusat ekskavasi (kajian sejarah dan makam sultan-sultan di Samudra Pasai abad ke-13 dan 14 M).

Hasil penelitian bahwa Kerajaan Islam Samudra Pasai salah satu pusat peradaban Islam di Asia Tenggara baik zaman Malik as- Saleh, Malik az-Zahir hingga  makam Ratu Nahrisyah di abad ke-14 M. Bahkan benda ekskavasi itu dapat dijadikan sumber ilmu pengetahuan dengan arstektur bangus dan indah, barang impor dari India bertulisan Arab terbuat dari batu andesit dan pualam (marmar) yang sangat indah dalam bentuk kaligrafi.

Berdasarkan hasil penelitian, diajukan beberapa saran, diantaranya bahwa cagar budaya makam raja-raja Samudra Pasai dapat dijadikan objek sejarah dan pusat peradaban bangsa. Pemda setempat merenovasi bagian dari aset pemerintah setempat.

 

References

Abdurrahman, Dudung 1999. Metodologi Penelitian Sejarah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu
Alfian, Teuku Ibrahim, 1973. Kronika Pasai Sebuah Tinjauan Sejarah. Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press.
Amin, M. Arifin, 1985. Monisa Dalam Lintasan Sejarah Bangsa. Langsa: Yayasan Monisa Kab. Aceh Timur.
Bangun, Pieter, 1988. Peninggalan Kebudayaan Islam di Aceh. Banda Aceh: Depdikbud Proyek Pengembangan Persemeuman.
Gottschalk, Louis. 1975. Mengerti Sejarah. Jakarta: Universitas Indonesia. Graha Ilmu.
Kartodirjo, Sartono, 1992. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia.
Khalifurrahman Fath, Muhammad Muhammad Muchson Anasy, 2009. Risalah Ibnu Bathuthah Memoar Perjalanan Keliling Dunia di Abad Pertengahan. Jakarta Timur: Pustaka al-Kausar.
Nawawi, Hadari, 1993. Metodologi Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: UGM.
Surakhmad, Winarno. 1982. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metoda Teknik. Bandung: Tarsito.
Said, J. Teruna, 1986. Ny. Aquino Tumbangkan Marcos Suatu Revolusi Rakyat di Filipina. Medan: PT. Harian Waspada.
Soekmono, R, 1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Jakarta: Kanisius (Anggota IKAPI).
........, ................., 1986. Penjelasan Singkat Tentang Kerajaan Islam terkemuka di Asia Tenggara. Langsa: Yayasan Monisa Kab. Aceh Timur.
Zainuddin, H.M, 1961. Taich Atjeh dan Nusantara. Medan: Pustaka iskandar Muda.
................, ........, 2012. Tarikh Aceh dan Nusantara. Banda Aceh: LSKPM.
Published
2019-10-14