Perempuan Dan Budaya Batak: Feminisme Dalam Dalihan Na Tolu Masyarakat Batak Angkola

  • Yasir Maulana Rambe Pendidikan Sejarah, Universitas Samudra, Langsa-Aceh, Indonesia
  • Muhammad Adika Nugraha Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
Kata Kunci: Dalihan Na Tolu, Patrilineal, Perempuan, Feminisme, Budaya Batak

Abstrak

Dalihan Na Tolu merupakan sebuah sistem sistem sosial yang terdapat pada Masyarakat Batak Angkola. Dalihan Na Tolu mengatur interaksi sosial masyarakat Batak Angkola secara keseluruhan Tujuan dari penelitian ini adalah (1) bagaimanakah kedudukan dan peran Dalihan Na Tolu dalam mengatur sistem sosial dan budaya masyarakat Batak Angkola, (2) bagaimana peran dan kedudukan perempuan dalam sistem sosial Dalihan Na Tolu Batak Angkola, (3) bagaimana konsep perbedaan gender dalam budaya Batak Angkola, dan (4) bagaimana peran perempuan dalam bidang sosial, politik, ekonomi masayarakat Batak Angkola. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnometodologi. Bagi masyarakat Batak Angkola Dalihan Na Tolu memiliki preranan yang kuat dan mengikat dalam kehidupan sosial. Perempuan dalam sistem sosial Dalihan Na Tolu menjelma bukan hanya sebagai individu, namun sebagai sebuah elemen dari Dalihan Na Tolu yang disebut dengan Anak Boru. Masyarakat Batak Angkola menempatkan laki-laki dalam ranah publik sedangkan perempuan cenderung mengurus ranah internal.

Referensi

Fatchan, Ach. 2015. Metode Penelitian Kualitatif: Pendekatan Etnografi dan Etnometodologi Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

George Ritzer & Douglas J. Goodman. 2010. Teori Sosiologi Modern Edisi Keenam. Jakarta: Kencana

Handoyo, Eko. 2015. Studi Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Manan, Abdul. Kekerabatan. Jurnal Adabiya. 17.33 (2015): 25-32.

Meiyenti, Sri & Syahrizal. Perubahan Istilah Kekerabatan dan Hubungannya dengan Sistem Kekerabatan pada Masyarakat Minangkabau. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 16.1 (2014): 57-64.

Perkasa Alam, Sutan Tinggi Barani & Zainal Efendi Hasibuan. 2017. Adat Budaya Batak Angkola Menelusuri Perjalanan Masa. Medan: CV. Partama Mitra Sari.

Perkasa Alam, Sutan Tinggi Barani. 2012. Surat Tumbaga Holing. Medan: CV. Mitra.

Saragih, D. C. (2025). Sejarah Kesultanan Asahan di Kota Tanjung Balai, Sumatra Utara. Journal of Social Studies Research, 3(1 Jan-Jun), 6-31. Retrieved from https://ejurnalunsam.id/index.php/JSSSR/article/view/11219

Setyadi, Elly M & Usman Kolip. 2013. Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Siagian, A. (2025). Perempuan Dan Budaya: Studi Tradisi Marsungkil Di Desa Gajah, Kecamatan Meranti. Journal of Social Studies Research, 2(2 Jul-Dec), 65-92. Retrieved from https://ejurnalunsam.id/index.php/JSSSR/article/view/10774

Siagian, Robinson. 1992. Pahlawan Kemerdekaan Nasional Raja Sisingamangaraja. Jakarta: Yayasan Dinamika Press.

Diterbitkan
2025-06-10