PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI DESA UYEM BERIRING, KECAMATAN TRIPE JAYA, KABUPATEN GAYO LUES

  • Nayla Aulia Universitas Samudra
  • Adib Ibra Prayoga Program Studi Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Halya Wirdah Assidikia Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Safuridar Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Zidni Ilman Navia Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Sara Gustia Wibowo Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Siti Faizah Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Yonadiah Dwitya Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Beni Al Fajar Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Kartika Aprilia Putri Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Vivi Mardina Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia
  • Fitriani Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra, Langsa, Aceh, Indonesia

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Uyem Beriring dalam mengenal, menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) secara tepat dan aman. Kegiatan dilaksanakan pada 27 Juni 2025 dengan melibatkan 21 peserta, terdiri atas 15 ibu rumah tangga dan 6 remaja. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diskusi, demonstrasi, praktik penanaman, serta evaluasi. Sebanyak enam jenis tanaman obat diperkenalkan, yaitu kunyit, jahe, sereh wangi, kencur, lengkuas, dan jeruk nipis. Masing-masing jenis ditanam dalam empat polibag sehingga total tanaman yang digunakan sebanyak 24 polibag. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest secara lisan dan individual menggunakan lima pertanyaan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 65,71 pada pretest menjadi 100 pada posttest. Setelah kegiatan, seluruh peserta berada pada kategori pemahaman sangat baik. Tanaman yang telah ditanam kemudian diserahkan kepada peserta untuk dirawat dan dikembangkan di pekarangan rumah masing-masing. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung efektif meningkatkan pemahaman jangka pendek peserta mengenai TOGA.

Published
2026-06-30