ANALISIS SEMIOTIKA DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA
Abstract
Penelitian ini membahas tentang analisis semiotika dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Masalah yang diajukan pada penelitian ini yaitu bagaimanakah semiotika dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan semiotika yang terdapat dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa kata, frasa, kalimat, dan ujaran yang mengandung semiotika dalam novel Guru Aini yang terdiri dari 320 halaman. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka. Teknik analisis data terdapat beberapa langkah penganalisisan data yang meliputi membaca novel Guru Aini karya Andrea Hirata, menandai data berdasarkan semiotika pada novel Guru Aini karya Andrea Hirata, menganalisis semiotika yang terdapat dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata, mendeskripsikan keseluruhan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang ditemukan dalam semiotika yaitu ditemukan terdapat terdapat 4 ikon yaitu: ikon yang menggambarkan suasana kelas Bu Desi dan Pak Tabah, persis sepertimu, dan gambar orang wisuda. Kemudian terdapat 44 indeks yaitu : anak gadisnya, putri bungsu, muntah, angkat bicara, kakak perantau, menunjuk terminal, menunjukkan jempol, menunjuk ke arah utara, anak gadis perantau, mengaduk-aduk rambutnya, mengangkat tangan, setelah 7 bulan, berbunyi lonceng, ketiga gadis, tik tik tik (suara jarum detik), menggeleng, menangis gembira, berdebam-debam, menunjuk dua laki-laki, tunjuk tangan, menggeleng, teng teng teng (bunyi lonceng), mengangguk-angguk, menangis sedih, menunjuk pojok, menunjukkan tangan mau menumpang, telepon berdering, siul tukang kue putu, brak (suara sepeda dibanting), putrinya, bunyi arang digerus di dinding, lonceng berdentang sekali, gembira, anak sulung Debut, gembira, menunjuk soal, bunyi kapur gemeretak, anak sulung Syafrudin, langkah tergesa-gesa, tidak dapat melihat dengan jelas, duk tang ngik ngok (suara tabrakan sepeda kumbang dengan bujang lapuk), tergelak-gelak, melambai-lambai, keadaan berantakan. Serta terdapat 3 simbol yaitu: kepala batu, hatinya kembali berbunga-bunga, dan hijab.
Kata kunci : Novel, Guru Aini, Semiotika


