MAKNA ASOSIATIF PADA NYANYIAN TALIBUN DALAM ACARA PESTA PERNIKAHAN MASYARAKAT PESISIR SIBOLGA (TINJAUAN SEMANTIK)

  • Rizky Asnita Sari Tanjung Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Samudra
  • Joko Hariadi
  • Prima Nucifera Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Samudra

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna asosiatif pada nyanyian talibun dalam proses acara pesta pernikahan masyarakat Pesisir Sibolga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa nyanyian talibun yang diambil pada saat acara pesta pernikahan di Desa Bukit Patupangan, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kelurahan Aek Sitio-tio, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Sumber data dalam penelitian ini adalah seorang informan yang menyajikan talibun pada saat acara pesta pernikahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, teknik rekam dan teknik catat. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ditemukan bahwa ada 10 makna asosiatif yang terdapat dalam nyanyian talibun. Hasil analisis dari submasalah yang ada dalam penelitian ini yaitu pendeskripsian makna asosiatif dalam acara pesta pernikahan di Desa Bukit Patupangan terdapat 9 makna asosiatif, (1) gilo, (2) duni, (3) sarikayo, (4) mabuk, (5) kuning, (6) tampek, (7) putih, (8) kuning dan (9) hitam, 1 makna asosiatif pada nyanyian talibun dalam acara pesta pernikahan di Kelurahan Aek Sitio-tio yaitu, (1) luga-laga. Penulis berharap adanya penelitian lanjutan mengenai makna pada nyanyian talibun dari segi berbeda, sehingga penelitian selanjutnya dapat melengkapi kajian tentang semantik khususnya makna asosiatif dengan masalah lain.

Diterbitkan
2022-06-10