ANALISIS KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RUMAH TANPA JENDELA KARYA ASMA NADIA
Abstrak
Penelitian yang berjudul Analisis Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela Karya Asma Nadia ini bermaksud untuk menganalisis konflik batin tokoh utama pada novel Rumah Tanpa Jendela karya Asma Nadia. Pendekatan psikologi sastra dapat memberikan gambaran atau penjelasan tentang tokoh utama yang mengalami konflik batin. Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis konflik batin tokoh utama pada novel Rumah Tanpa Jendela karya Asma Nadia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Adapaun Sumber data dalam penelitian ini adalah kata atau kalimat yang mengandung konflik batin dalam novel yang berjudul Rumah Tanpa Jendela karya Asma Nadia.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan berkenaan tentang konflik batin tokoh utama yakni Rara dan Aldo. Konflik batin internal dalam novel ini ada sebanyak 22 kali, hal ini disebabkan oleh kekecewaan yang dihadapi tokoh utama, rasa kehilangan orang-orang yang sangat disayangi, namun konflik batin internal dalam novel ini tidak hanya berasal dari kesedihan dan kekecewaan saja, namun juga terdapat konflik batin internal yang mebuat para tokoh bangga dengan dirinya sendiri dan merasa bersyukur. Konflik batin eksternal dalam novel ini berjumlah 18 orang, konflik batin eksternal ini berasal dari lingkungan para tokoh, mulai dari tinggal dirumah tanpa jendela, meninggalnya sang ibu, tempat tinggal yang terbakar, meninggalnya sang ayah karena kebakaran, dan sakitnya sang nenek, keluarga yang merendahkan tokoh utama karena kekuranggannya. berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat diambil kesimpulan terdapat dua konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Rumah Tanpa Jendela yaitu konflik yang berasal dari faktor internal, yang merupakan penyebab utama konflik batin adalah faktor internal, yaitu faktor dari dalam diri seorang yang mengalami konflik batin. Dan yang kedua ialah faktor eksternal, Konflik ini bisa saja berasal dari keluarga, tetangga, sahabat, rekan kerja, dan orang-orang yang hadir dalam kehidupan.


