Community Empowerment through the Utilization of Fruit Waste-Based Local Microorganisms (MOL) to Improve Aquaculture Pond Productivity in The Gampong Berdikari CSR Program

  • Salamah Salamah Prodi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Aceh, Indonesia
  • Golwinner Sihombing PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
  • Sisiliah Huswatun Hasanah PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
  • Muhrizal Putra Gunawan Kelompok Tani Tambak Meuhase, Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Kata Kunci: Mikroorganisme Lokal (MOL); limbah buah; kualitas air tambak; pemberdayaan masyarakat.

Abstrak

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah buah sebagai bahan baku pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) untuk mendukung pengelolaan tambak yang lebih berkelanjutan pada program pemberdayaan masyarakat Gampong Berdikari di Desa Padang Sakti. Limbah organik berupa kulit pisang, kulit pepaya, limbah nanas, dan air kelapa dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi dalam proses fermentasi MOL. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan MOL, pendampingan penerapan pada tambak, serta evaluasi terhadap tingkat pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses pembuatan dan aplikasi MOL serta menerapkannya secara mandiri. Pemanfaatan MOL berpotensi membantu memperbaiki kualitas lingkungan tambak melalui peningkatan aktivitas mikroorganisme yang berperan dalam dekomposisi bahan organik dan pengendalian kualitas air. Selain itu, penggunaan limbah buah sebagai bahan baku MOL memberikan nilai tambah terhadap limbah organik yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah berbasis sumber daya lokal untuk mendukung efisiensi biaya dan keberlanjutan usaha budidaya tambak.

Referensi

Boyd, C. E., McNevin, A. A., Davis, R. P., Godumala, R., Mohan, A. B. C., & Phillips, M. J. (2020). Resource use assessment of shrimp (Litopenaeus vannamei and Penaeus monodon) production in India. Aquaculture, 529, 735570.

Dawood, M. A. O., Koshio, S., Abdel-Daim, M. M., & Van Doan, H. (2019). Probiotic application for sustainable aquaculture. Reviews in Aquaculture, 11(3), 907–924.

Hai, N. V. (2015). The use of probiotics in aquaculture. Journal of Applied Microbiology, 119(4), 917–935.

Kirchherr, J., Reike, D., & Hekkert, M. (2017). Conceptualizing the circular economy: An analysis of 114 definitions. Resources, Conservation and Recycling, 127, 221–232.

Mardalena. (2016). Fase pertumbuhan isolat bakteri asam laktat (BAL) tempoyak asal Jambi yang disimpan pada suhu kamar. Jurnal Sains Peternakan Indonesia, 11(1), 58–66.

Mardikanto, T. (2014). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

Pujasari, A. (2019). Pengaruh Jenis Bakteri Asam Laktat dan Konsentrasi Starter terhadap Fermentasi Air Kelapa (Skripsi).

Suriawiria, U. (2005). Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Papas Sinar Sinanti.

Yuwono, T. (2006). Kecepatan dekomposisi dan kualitas kompos sampah organik. Jurnal Inovasi Pertanian, 4(2), 116–123.

Diterbitkan
2026-06-23