Implementation of an Environmentally Friendly Biofloc System to Empower Communities Around the Campus Through Collaboration with the Faculty of Agriculture
Abstrak
Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) menggunakan sistem bioflok telah dilaksanakan dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang positif. Program ini diawali dengan kegiatan sosialisasi yang memberikan pemahaman dasar kepada masyarakat mengenai pentingnya teknologi bioflok dalam menjawab tantangan keterbatasan lahan, kualitas air, serta efisiensi pakan. Setelah tahap sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teori dan praktik yang melibatkan masyarakat sasaran, mahasiswa, serta dosen pendamping. Pada tahap ini peserta dibekali pengetahuan tentang prinsip dasar bioflok, cara membuat kolam budidaya, pengelolaan kualitas air, serta manajemen pakan yang tepat. Melalui praktik langsung, peserta mampu memahami cara kerja sistem bioflok serta mulai terampil dalam menyiapkan sarana budidaya. Selanjutnya, dilakukan pendampingan teknis tahap awal, mencakup persiapan media kolam, penebaran benih ikan nila, serta pemantauan kualitas air secara rutin. Hasil sementara menunjukkan bahwa masyarakat mulai mampu mengelola kolam bioflok secara mandiri dengan supervisi dari tim dosen. Antusiasme peserta juga terlihat dari keaktifan mereka dalam berdiskusi dan mencoba langsung setiap tahapan yang diberikan. Secara umum, kegiatan pengabdian ini telah memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. Tahapan berikutnya akan difokuskan pada pendampingan pemeliharaan ikan hingga panen, agar peserta tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu memperoleh hasil nyata dari budidaya bioflok.
Referensi
Azim, M. E., & Little, D. C. (2008). The biofloc technology (BFT) in indoor tanks: Water quality, biofloc composition, and growth and welfare of Nile tilapia. Aquaculture, 283(1–4), 29–35.
De Schryver, P., Crab, R., Defoirdt, T., Boon, N., & Verstraete, W. (2008). The basics of bio-flocs technology: The added value for aquaculture. Aquaculture, 277(3–4), 125–137.
Ekasari, J., Crab, R., & Verstraete, W. (2010). Primary nutritional content of bio-flocs cultured with different organic carbon sources and salinity. Aquaculture, 298(1–2), 169–175.
FAO. (2016). The State of World Fisheries and Aquaculture: Contributing to Food Security and Nutrition for All. Rome: FAO.
Hapsari, T.D., & Hidayat, M. (2020). Penerapan teknologi bioflok pada budidaya ikan nila untuk meningkatkan produksi dan efisiensi pakan. Jurnal Akuakultur Indonesia, 19(2), 45–53.
