ANALISIS KRITIS PENERAPAN HUKUM TERHADAP OKNUM ANGGOTA TNI BERAGAMA ISLAM YANG MELAKUKAN JARIMAH DI ACEH
Abstract
penerapan Hukum Jinayat terhadap oknum anggota TNI beragama Islam yang melakukan jarimah di Aceh masih menjadi perdebatan. Pasal 126 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan Pasal 5 huruf a Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, menentukan pemberlakuan Hukum Jinayat terhadap semua orang yang beragama Islam yang berada di Aceh. peneltian ini berutjuan untuk memberikan argumentasi secara kritis terhadap penerapan hukum terhadap oknum anggota TNI beragama Islam yang melakukan Jarimah di Aceh. peneltian ini berjenis penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan sejarah (historical approach), dan pendekatan filsafat (philosophical approach). Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa tidak diterapkan Hukum Jinayat terhadap oknum anggota TNI beragama Islam yang melakukan jarimah di Aceh akan menimbulkan diskriminasi dan bertentangan dengan prinsip persamaan di muka hukum. Terdapat formulasi yang dapat diterapkan yaitu Hukum Jinayat sebagai subtansi tindak pidana umum diterapkan dalam sistem Peradilan Militer bagi oknum anggota TNI beragama Islam yang melakukan jarimah di Aceh. Perlu dilakukan revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh untuk membuka peluang diterapkannya Hukum Jinayat terhadap oknum anggota TNI beragama Islam yang melakukan jarimah di Aceh.
References
Al Yasa` Abubakar. Pelaksanaan Syariat Islam Di Aceh Sebagai Otonomi Khusus Yang Asimetris (Sejarah Dan Perjuangan). Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Aceh, 2020. https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/28170/1/8.%20Editor%20buku%20Pelaksanaan%20Syariat%20Islam%20di%20Aceh%20sbg%20Otonomi%20khsusus_2020.pdf.
Aziz, Samsudin. “Kanunisasi Fikih Jinayat Kontemporer: Studi Materi Muatan Qānūn Jināyat Aceh dan Brunei Darussalam.” Al-Ahkam 24, no. 2 (2014): 189–208. https://doi.org/10.21580/ahkam.2014.24.2.145.
I Komang Suka’arsana and Maria Silvya E. Wangga. “Pengesampingan Prinsip Persamaan Dimuka Hukum Atas Izin Pemeriksaan Pejabat Negara.” Masalah - Masalah Hukum 45, no. 1 (2016): 11–17. https://doi.org/10.14710/mmh.45.1.2016.11-17.
Ida Ayu Rosida and Achmad Hariri. “Pemberlakuan Sanksi Cambuk, Qanun Jinayat Di Aceh Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia.” Media of Law and Syariah 4, no. 2 (2023): 115–29. https://doi.org/10.18196/mls.v4i2.6.
Jasser Auda. Maqasid Al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: The International Institute of Islamic Thought, 2008. https://iiit.org/wp-content/uploads/Maqasid-Al-Shariah-as-a-Philosophy-of-Islamic-Law-Combined.pdf.
Jhonny Ibrahim. Teori & Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayu Media Publishing, 2022.
Jimly Asshiddiqie. Konstitusi Dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2021.
———. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Jimly Asshiddiqie, Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara, Konstitusi Press, Jakarta, 2006. https://dkpp.go.id/wp-content/uploads/2018/11/pengantar_ilmu_hukum_tata_negara.pdf.pdf.
John Griffiths. “What Is Legal Pluralism.” The Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law 24, no. 1 (1986): 1–55. https://doi.org/10.1080/07329113.1986.10756387.
John Rawls. A Theory of Justice. United States: Harvard University Press, 1971.
Khamami Zada. “Sentuhan Adat Dalam Pemberlakuan Syariat Islam Di Aceh (1514-1903).” Karsa: Jurnal Sosial Dan Budaya Keislaman 20, no. 2 (2013): 197–210. https://doi.org/10.19105/karsa.v20i2.42.
Mubarok, Syaiful. “Penegakan Hukum Qanun Jinayat di Aceh Kaitannya dengan Pluralisme Hukum.” Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 2 (2025). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i2.637
Muhammad Ibrahim. Sejarah Daerah Aceh Dari Zaman Prasejarah Hingga Kemerdekaan. Banda Aceh: PeNa, 2023.
Muhammad Sahlan. “Mencari Surga Di Dua Kota; Studi Komparatif Implementasi Syariat Islam.” Substantia 20, no. 1 (2018): 1–16.
Nadirsyah Hosen. “Shari’a and Constitutional Reform in Indonesia.” ISEAS–Yusof Ishak Institute, 2007, 139. https://doi.org/10.1355/9789812304999.
Ridwan Nurdin. “Kedudukan Qanun Jinayat Aceh Dalam Sistem Hukum Pidana Nasional Indonesia.” MIQOT Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 42, no. 2 (2019): 356–78. http://dx.doi.org/10.30821/miqot.v42i2.542.
Siti Rahmah. “Konsep Keadilan Dalam Qanun Jinayat Aceh.” Jurnal Al-Mazahib 12, no. 1 (2018): 25–45. https://doi.org/10.24252/almazahib.v12i1.3540.
Qotadah, Hudzaifah Achmad, dan Adang Darmawan Achmad. “Undang-Undang Jinayat Syariat Islam di Aceh: Antara Implementasi, Isu, dan Tantangan.” Adliya: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan 14, no. 2 (2020): 171–194. https://doi.org/10.15575/adliya.v14i2.9246
Zainuddin Ali. Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2021.
Zaki Ulya. “Dinamika Penerapan Hukum Jinayat sebagai Wujud Rekonstruksi Syari'at Islam di Aceh.” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 5, no. 1 (2016): 135–148. https://rechtsvinding.bphn.go.id/ejournal/index.php/jrv/article/view/9
Copyright (c) 2025 Jurnal Hukum Samudra Keadilan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.













2.png)






