Asas Itikad Baik Dalam Pembatalan Perkawinan Karena Murtad: Kajian Moralitas Dan Legalitas
Abstract
Prinsip itikad baik merupakan asas fundamental dalam hukum perdata Indonesia yang memiliki fungsi vital dalam menjaga integritas hubungan hukum, termasuk dalam lembaga perkawinan. Dalam konteks pembatalan perkawinan karena murtad, penerapan asas ini menjadi semakin penting mengingat murtad bukan hanya persoalan keyakinan personal, tetapi berdampak langsung pada keabsahan perikatan hukum antara suami dan istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan asas itikad baik dalam perkara pembatalan perkawinan akibat murtad, serta menganalisis dimensi moralitas dan legalitas yang melatarbelakanginya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif yang mengandalkan analisis terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan putusan pengadilan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa belum terdapat norma eksplisit yang mengatur itikad baik dalam pembatalan perkawinan, sehingga menimbulkan disparitas interpretasi dalam praktik peradilan. Di sisi lain, asas itikad baik terbukti memiliki nilai strategis sebagai mekanisme kontrol terhadap tindakan yang berpotensi merugikan salah satu pihak dalam perkawinan, terutama apabila tindakan murtad dilakukan tanpa transparansi, tanggung jawab moral, dan motif yang sah. Oleh karena itu, integrasi asas ini dalam praktik peradilan perkawinan dinilai krusial guna menjamin kepastian hukum, keadilan substantif, dan perlindungan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang hidup dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik
References
Adil, M. A. M. “Law of Apostasy and Freedom of Religion in Malaysia.” Asian Journal of Comparative Law, 2007.
Adly H., M. A. ;. Firmansyah. “The Law of Exchanging Pulsa into Money and Factors For Judges To Consider In Deciding To Cancel A Marriage.” JHSS – Journal of Humanities and Social Studies, 2023.
Ahmad A.; Ayus, A. M., N. ;. Masum. “Freedom of Religion and Apostasy: The Malaysian Experience.” Human Rights Quarterly 38, no. 3 (2016): 718–40.
Akbar A., M. A. ;. Hanapi. “Pertimbangan Hakim Dalam Kasus Fasakh Akibat Murtad Suami.” SAHIFAH: Jurnal Hukum Islam, 2024.
Asiyah, Nur. “KAJIAN HUKUM TERHADAP PERKAWINAN BEDA AGAMA MENURUT UNDANG-UNDANG PERKAWINAN DAN HUKUM ISLAM.” Jurnal Hukum Samudra Keadilan 10, no. 2 SE-Articles (2017).
Awaliyah, Robiah, and Wahyudin Darmalaksana. “Perceraian Akibat Dampak Covid-19 Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Perundang-Undangan Di Indonesia.” Khazanah Hukum 3, no. 2 (2021): 87–97. https://doi.org/10.15575/kh.v3i2.12018.
Fegiery, M. A. El. “Islamic Law and Freedom of Religion: The Case of Apostasy and Its Legal Implications in Egypt.” Muslim World Journal of Human Rights, 2013.
Hakim, Lukman, and Nalom Kurniawan. “Membangun Paradigma Hukum HAM Indonesia Berbasis Kewajiban Asasi Manusia.” Jurnal Konstitusi 18, no. 4 (2022): 869. https://doi.org/10.31078/jk1847.
Hasan, Idhar, and Kadimuddin Baehaki. “Kedudukan HukumAnak Yang Lahir Dari Pernikahan Beda Agama Ditinjau Dari Prespektif Hukum Di Indonesia.” Jurnal Media Hukum 12, no. 2 (2024): 120–30. https://doi.org/10.59414/jmh.v12i2.738.
Hashemi, K. “Limitations on Freedom of Religion and Expression under Muslim Legal Traditions of Apostasy and under International Human Rights Law.” Human Rights Journal, 2017.
Khairunnisa H. B., K. ;. Mahmud. “Polyandry in the Shadows: How Indonesian Judges Tackle Unregistered Marriages and Legal Uncertainty.” Sakina: Journal of Family Studies, 2025.
Muhammad Iqbal, Azhari Yahya, and Husni Kamal. “Pola Penyelesaian Sengketa Dalam Rumah Tangga Melalui Peradilan Adat Gampong Di Aceh.” Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin 3, no. 1 (2020): 383–92. https://doi.org/10.52626/jg.v3i1.72.
Muhammad Iqbal, Radhali, Zaki Ulya, Andi Rachmad, Hanri Aldino, and Muhammad Iqbal Asnawi. Metodologi Penelitian Hukum (Panduan Teoritis Dan Praktis). CV SANGPENA MEDIA, 2025.
Nasir, M. A. “Religion, Law, and Identity: Contending Authorities on Interfaith Marriage in Lombok, Indonesia.” Islam and Christian–Muslim Relations 31, no. 3 (2020): 279–96.
Nurlaelawati, E. “For the Sake of Protecting Religion: Apostasy and Its Judicial Impact on Muslim’s Marital Life in Indonesia.” Journal of Indonesian Islam, 2016.
Olsson, S. “Apostasy in Egypt: Contemporary Cases of Hisbah.” The Muslim World, 2020.
Pill, S. C. “Law as Faith, Faith as Law: The Legalization of Theology in Islam and Judaism.” Berkeley Journal of Middle Eastern and Islamic Law, 2014.
Pink, J. “A Post-Qur’ānic Religion Between Apostasy and Public Order: Egyptian Muftis and Courts on the Legal Status of the Bahā’ī Faith.” Islamic Law and Society 10, no. 3 (2003): 409–34.
Poutrin, I. “Theorizing Coercion and Consent in Conversion, Apostasy, Ordination, and Marriage.” In Forced Conversion In Christianity, Judaism And Islam. 2020.
Rajafi, Ahmad, Arif Sugitanata, and Vinna Lusiana. “The ‘Double-Faced’ Legal Expression: Dynamics and Legal Loopholes in Interfaith Marriages in Indonesia.” Journal of Islamic Law 5, no. 1 (2024): 19–43. https://doi.org/10.24260/jil.v5i1.2153.
Razak S., M. A. B. A. ;. Haneef. “Stabilizing Muslim Marriages: Some Reflections on the Ethical Dimension of Family Law Reform.” Mazahib Journal, 2017.
Syamsuddin, Syamsuddin. “Antara Hukum Murtad Dalam Islam Dengan Kebebasan Beragama Dalam Hak Asasi Manusia (HAM).” El-Mashlahah 11, no. 1 (2021): 44–59. https://doi.org/10.23971/elma.v11i1.2623.
Tanjung M. A., D. ;. Sebayang. “Analysis of Interfaith Marriage from the Perspective of Maqashid Shariah As-Syathibi.” Judge: Jurnal Hukum, 2024.
Yulianah T.; Solihah, C., Y. ;. Taufiq. “Apostasy As a Reason For the Dissolution of Marriage.” Pena Justisia: Media Komunikasi Dan Kajian Hukum, 2024.
Copyright (c) 2026 Jurnal Hukum Samudra Keadilan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.













2.png)






