PENGARUH PRINSIP ITIKAD BAIK TERHADAP KEDUDUKAN BARANG BUKTI DALAM PERKARA PIDANA
Abstract
Dalam perkara pidana, khususnya tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor yang barang buktinya sudah dialihkan kepada pihak ketiga, sering timbul masalah ketika hakim menetapkan kedudukan barang bukti. Ada yang dikembalikan kepada saksi korban/pelapor sebagai pemiliknya, ada juga yang dikembalikan kepada pembeli yang beritikad baik. Hakim dihadapkan pada 2 (dua) masalah yang mau tidak mau harus diputus. Salah satu kasus yang dikemukakan di sini adalah Putusan Pengadilan Negeri Sabang No.11/Pid.B/2024/PN-Sab, dimana Hakim PN Sabang menetapkan 1 unit mobil Mitsubishi L300 Nomor Polisi BL1024MA dan 1 unit Toyota HIACE bernomor polisi BL7522AC dikembalikan kepada Saksi ZB selaku saksi Korban/Pelapor. Sementara itu Pengadilan Tinggi Banda Aceh (PT Banda Aceh) dalam putusannya No.318/PID/2024/PT.BNA menetapkan sebaliknya, dimana barang bukti dikembalikan kepada MA dan IMA, selaku pembeli beritikad baik. Sehingga perlu dibahas lebih mendalam melalui penelitian juridis normatif, dengan pendekatan kasus, pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan konseptual tentang pengaruh prinsip itikad baik terhadap kedudukan barang bukti dalam perkara pidana. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa Hakim PN Sabang dan PT Banda Aceh berbeda pendapat mengenai kedudukan barang bukti dalam tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor, ada yang dikembalikan kepada saksi korban/pelapor ada juga yang dikembalikan kepada pihak ketiga sebagai pembeli yang beritikad baik.
References
A. Buku
Harahap, M. Yahya. Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP. Jakarta: Sinar Grafika, 2002.
Syahrani, Riduan. Buku Materi Dasar Hukum Acara Perdata. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2004.
B. Jurnal
Buzescu, Gheorghe. “Expertise in the Criminal Judicial Process.” Technium Social Sciences Journal (2024). https://doi.org/10.47577/tssj.v54i1.10618
Dwianisa, Shindy. “Analisis Upaya Hukum Banding dalam Menjamin Keadilan terhadap Proses Peradilan Pidana di Indonesia.” Yusthima 5, no. 1 (2025): 375–384. https://doi.org/10.36733/yusthima.v4i1
Hasbuddin Khalid, et al. “Legal Reasoning Judge’s Decision in Civil Cases.” Journal of Law and Sustainable Development 12, no. 1 (2024). https://doi.org/10.55908/sdgs.v12i1.2544
Kurnianda, S. I. “Pertimbangan Hakim Menggunakan Alat Bukti Dalam Memutus Perkara Pidana Pembunuhan.” Journal of Legal Research 4, no. 6 (2022). https://doi.org/10.15408/jlr.v4i6.28244
Lokas, Richard. “Barang Bukti dan Alat Bukti Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.” Lex Crimen 2, no. 3 (2013): 45–54. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexcrimen/article/view/2425
Lubis, Fauziah. “Upaya Mencari Kebenaran Materiil dalam Hukum Acara Perdata.” Bureaucracy Journal: Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance 5, no. 2 (2025): 1233–1245.
Nugroho, B. “Peranan Alat Bukti dalam Perkara Pidana dalam Putusan Hakim Menurut KUHAP.” Yuridika 32, no. 1 (2024): 17–36. https://doi.org/10.20473/YDK.V32I1.4780
Pană, S. N. “Brief Presentation of the Types of Evidence, Means of Proof and the Evidence Procedures.” Logos Universality Mentality Education Novelty: Law 10, no. 1 (2022): 23–29. https://doi.org/10.18662/lumenlaw/10.1/67
Rabbiefashya, Muhammad Attar, and Hudi Yusuf. “Kedudukan Barang Bukti dalam Pembuktian Perkara Pidana Menurut KUHAP.” Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara 2, no. 5 (2025): 9433–9444. https://jicnusantara.com/index.php/jicn/article/view/5393
Ramadhan, Filman, Suhaimi, and Rizanizarli. “Restructuring Judges’ Independence in the Criminal Justice System in the Perspective of Pancasila.” International Journal of Law 8, no. 2 (2022): 18–22. https://www.lawjournals.org/assets/archives/2022/vol8issue2/8-1-54-996.pdf
Subaidi, J., Muammar, M., Z. Akli, and Jumaidah. “Ownership Rights Protection in the Criminal Jurisdiction System.” 2 (2022): 00029–00029. https://doi.org/10.29103/micolls.v2i.101
C. Peraturan Perundang-Undangan
Indonesia. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Hukum Acara Pidana (KUHAP).
D. Putusan Pengadilan
Putusan Pengadilan Negeri Sabang Nomor 11/Pid.B/2024/PN-Sab.
Putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh Nomor 318/PID/2024/PT.BNA.
Copyright (c) 2026 Jurnal Hukum Samudra Keadilan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.













2.png)






