Environmental Friendliness of Freshwater Lobster (Cherax quadricarinatus) Fishing Gear in Laut Tawar Lake Based on the Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF)
Abstract
Laut Tawar Lake is a stagnant freshwater body located in Central Aceh Regency with an area of approximately 5,740.10 ha and has considerable fisheries potential, including freshwater lobster (Cherax quadricarinatus). The freshwater lobster is a benthic organism that inhabits rock crevices and constructs burrows in muddy substrates for shelter. The Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) provides international principles and standards to promote responsible fishing practices in order to achieve sustainable fisheries. This study aimed to assess the environmental friendliness of freshwater lobster fishing gears based on CCRF criteria. The research was conducted in December 2024 using three types of fishing gears: seruwe traps, segapa traps, and gallon traps. The results showed that the seruwe trap obtained a score of 34, the segapa trap scored 33, and the gallon trap scored 30. Based on the environmental friendliness classification of fishing gears with a score range of 28–36, all three types of fishing gears were categorized as environmentally friendly.
References
Aisyaroh, M., & Zainuri, M. (2021). Selektivitas alat tangkap pukat cincin (purse seine) di perairan Pasongsongan, Sumenep. Journal of Fisheries and Marine Research, 5(3), 604–616. https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.13
Andrimida, A., Noviyanto, T. A., & Hardiyan, F. Z. (2022). Pelatihan keterampilan penanganan ikan kepada nelayan sebagai upaya penerapan sistem jaminan mutu produk perikanan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap. Journal of Empowerment Community and Education, 2(1), 444–451.
Brown, S. K., Auster, P. J., Lauck, L., & Coyne, M. (1998). Ecological effects of fishing. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Bubun, R. L., & Mahmud, A. (2015). Komposisi hasil tangkapan pukat cincin hubungannya dengan teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan. Marine Fisheries, 6(2), 177–186.
Kurniasih, T. (2008). Lobster air tawar (Parastacidae: Cherax): Aspek biologi, habitat, penyebaran, dan potensi pengembangannya. Media Akuakultur, 3(1), 31–35.
Monintja, D. R., & Yusfiandayani, R. (2001). Pemanfaatan sumber daya pesisir dalam bidang perikanan tangkap. Prosiding Pelatihan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu. Institut Pertanian Bogor.
Nurjannah, Hanisah, & Mahyuddin, T. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha mikro nelayan tangkap tradisional di Desa Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa. Jurnal Pengabdian KITA, 5(2).
Pahlefi, M. F. R., & Hidayat, Z. (2017). Implementasi kebijakan pelarangan alat tangkap cantrang di Kabupaten Rembang. Journal of Public Policy and Management Review, 6(2), 200–214.
Permatasari, N. P. (2006). Seleksi pola dinding bubu plastik untuk menangkap lobster hijau pasir (Skripsi). Institut Pertanian Bogor.
Pikal, A. (2019). Kajian alat tangkap mini trawl nelayan Pulau Tinggi Desa Penutuk Kecamatan Lepar Pongok Kabupaten Bangka Selatan. Journal of Tropical Marine Science, 2(2), 51–58.
Pramesthy, T. D., & Mardiah, R. S. (2019). Analisis alat penangkap ikan berdasarkan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) di perairan Dumai. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 10(1), 45–53.
Putri, R. L. C., Fitri, A. D. P., & Yulianti, T. (2013). Analisis perbedaan jenis umpan dan lama waktu perendaman pada alat tangkap bubu terhadap hasil tangkapan rajungan di perairan Suradadi, Tegal. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 2, 51–60.
Rukha, H. A. (2023). Sosialisasi alat tangkap ramah lingkungan di Desa Tambu Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Tolis Mengabdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 33–37.
Rusmilyansari, R. (2012). Inventarisasi alat tangkap berdasarkan kategori status penangkapan ikan yang bertanggung jawab di perairan Tanah Laut. Fish Scientiae, 2(4), 141–151.
Salfauz, C. R. (2015). Efektivitas Code of Conduct for Responsible Fisheries di Samudera Hindia: Studi kasus kerja sama Indonesia dan Australia dalam menanggulangi IUU fishing. Journal of International Relations, 1(2), 57–63.
Sima, A. M. (2014). Identifikasi alat tangkap ikan ramah lingkungan di Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai (Tesis). Universitas Sumatera Utara.
Subehi, S., Boesono, H., & Dewi, D. A. N. N. (2017). Analisis alat penangkap ikan ramah lingkungan berbasis Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) di TPI Kedung Malang, Jepara. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 6(4), 1–20.
Sumardi, Z., Sarong, M. A., & Nasir, M. (2019). Alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan berbasis Code of Conduct for Responsible Fisheries di Kota Banda Aceh. Jurnal Agrisep, 15(2), 10–18.
Wanimbo, E., Paik, K., Rejauw, K., Reba, F., & Ayers, I. L. P. (2022). Pendampingan pembuatan alat tangkap ramah lingkungan (bubu lipat) bagi nelayan lokal di Kampung Enggros Teluk Youtefa Kota Jayapura, Papua. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), 4(3).
Wiyono, E. S. (2005). Pengembangan teknologi penangkapan dalam pengelolaan sumber daya ikan. Berita Iptek. Diakses 22 April 2025.
Zaky, K. A., Rahim, A. R., & Aminin, A. (2020). Pengaruh jenis shelter terhadap pertumbuhan dan sintasan lobster air tawar red claw (Cherax quadricarinatus). Jurnal Perikanan Pantura, 3(1), 23–30.









